Distrik Kuala Datangi Warga untuk Urus Adminduk

Spread the love

FOTO:YOSEF/TIMEX

PANTAU – Kepala Distrik bersama Sekretaris saat memantau proses perekaman di Terminal Kuala Kencana, Jumat (22/7).

Distrik Kuala Datangi Warga untuk Urus Adminduk

TIMIKA,TimeX

Pemerintah Distrik Kuala Kencana melakukan aksi jemput bola dengan turun ke lapangan mendatangi warga yang ada di delapan kampung dan dua kelurahan untuk mendata mengurus administrasi kependudukan (Adminduk).

Petugas turun temui warga lantas sejak peluncuran program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) Adminduk di wilayah Distrik Kuala Kencana pada Juni 2022 lalu, tidak ada masyarakag yang datang mengurus dokumen kependudukan.

Raymond Tanser, Kepala Distrik Kuala Kencana mengaku, sejak dilaksanakan kegiatan ini di Kampung Bhintuka dan di Kuala Kencana ternyata antusias masyarakat cukup banyak, bahkan sebagian besar ada masyarakat yang belum memiliki Adminduk.

“Kegiatan ini bersifat untuk membantu Disdukcapil, ini kami langsung jemput bola. Kami juga kedepan ada rencana buat lagi di Kampung Utikini 3, agar semua masyarakat dapat memiliki dokumen kependudukan,” kata Raymond, Jumat (22/7).

Ia menduga masyarakat tidak datang langsung ke Kantor Distrik Kuala Kencana dikarenakan kendala transportasi atau ada yang sakit.

“Jadi, dengan jempol ini, jika ada masyarakat yang sakit dan mereka tidak bisa datang, maka kami bisa langsung ke rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Program jempol di Kuala Kencana karena menyangkut WNA. Karena, data dari Disdukcapil dan Imigrasi agak berbeda.

“Berbeda itu seperti di Imigrasi itu WNA berkurang tapi di Dukcapil bertambah, makanya kami mau data ulang,” ungkapnya.

Adapun hasil dari pendataan ini, untuk hari pertama ada 9 orang perekaman, 14 cetak KTP, satu pindah atau masuk, 11 cetak KIA sisa, 34 pengurusan KK dan 13 pengurusan akte kelahiran.

Hari kedua, tiga perekaman, 34 cetak KTP, dua orang pindah masuk, 28 KIA, 23 KK, 40 akte kelahiran.

Hari ketiga, tujuh perekaman, 29 cetak KTP, dua pindah keluar, satu pindah masuk, 11 cetak KIA, 21  pengurusan KK dan 14 pengurusan akte kelahiran.

“Kan banyak juga yang pengungsian ke sini dan ada juga yang minta menetap, jadi warga Mimika saja. Tapi kami perketat agar harus minta surat keterangan dari tempat sebelumnya supaya bisa diurus jadi warga Mimika. Kami berusaha agar tahun ini kami turun ke semua kampung untuk pendataan kependudukan, agar masyarakat memiliki dokumen kependudukan yang jelas,” tutupnya. (a33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *