Mantan Kadisperindag Ditetapkan Tersangka Korupsi Pembangunan Gerai Maritim

Spread the love

JUMPA PERS-Kejari bersama Kasi Pidsus Negri Mimika dalam gelar Jumpa Pers. FOTO: ASTRID/TIMEX

TIMIKA,TimeX

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, Kamis (14/7), menetapkan BS, Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Mimika sebagai tersangka kasus Gerai Maritim.

Baca juga : Penyerapan APBD Rendah Dewan Minta Perubahan Anggaran Ditunda

Pasalnya, BS dijerat dalam kasus korupsi pembangunan gudang Gerai Maritim yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2018 saat masih menjabat sebagai Kepala Disperindag.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, BS juga merupakan salah satu Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan SDM itu pada Kamis (16/6) lalu, memenuhi panggilan Jaksa Penyidik Kejari Mimika terkait penyidikan proyek yang diduga merugikan negara hingga Rp 3.080.343.010.

Kepala Kejari MImika, Sutrisno Margi Utomo didampingi Kasi Pidsus, Donny Umbora dalam jumpa pers mengatakan, penyidik pada Kamis (kemarin, red) resmi menetapkan BS sebagai tersangka.

“Kami baru tetapkan satu orang sebagai tersangka, dengan didukung beberapa alat bukti,” ujarnya saat ditemui Timika eXpress di ruang kerja.

Dikemukakan, total kerugian negara dalam kasusu ini Rp 3.080.343.010 dari total anggaran Rp 3,6 miliar.

“Waktu itu yang bersangkutan pengguna anggaran sekaligus PPPK. Sesuai perhitungan saksi ahli dan keterangan saksi bangunan itu tidak bisa digunakan,” ujar Kasi Pidsus Donny Umbora.

Proses penyelidikan kasus ini cukup panjang. Pada 8 Juni 2022 lalu, Kejaksaan Negeri Timika menaikkan statusnya menjadi penyidikan berdasar Sprindik Nomor Print-02/R.1.16/Fd.1/06/2022.

Sebelum kenaikan status kasus tersebut ke penyidikan, Tim Penyidik Kejari Timika telah memeriksa 16 orang saksi dan menghadirkan 2 orang ahli masing-masing ahli teknik sipil serta ahli kerugian negara.

Selain itu penyidik Kejaksaan Negeri Timika juga telah mendapatkan 10 bundel dokumen surat terkait dengan proyek tersebut.

Serta telah melakukan pemeriksaan ke lokasi pembangunan Gudang Gerai Maritim bersama ahli dan para pihak terkait pada 9 dan 10 Juni 2022.

Dari dugaan sementara proyek pembangunan Gudang Gerai Maritim pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2018 menghabiska anggaran total Rp. 3.637.512.500.

Dari jumlah anggaran tersebut, Konsultan Pengawas yang dipegang CV Alymar Lestari mendapat nilai kontrak sebesar Rp 109.774.500. Pekerjaan Timbunan dengan nilai kontrak sebesar Rp 988.038.000 dimenangkan oleh PT Namsim Siuw Yaor.

Sementara Pekerjaan Gedung Gerai Maritim dimenangkan oleh PT Ferindo Jaya Pratama dengan nilai kontrak sebesar Rp2.529.700.000. Sedangkan anggaran pembangunan bersumber dari DAK Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI TA 2018.

Sehingga tersangka BS di duga melanggar pasal 2 ayat 1 JO dan pasal 18 ayat 1 Sub a dan b, UU No. 31 Tahun 1999 jo UU  No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun  1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). (a42)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *