Penerimaan Murid Baru di SMPN 2 Melalui Empat Jalur

Spread the love

Mathius Sedan, SP.d. Foto: Antonius Djuma/TimeX

TIMIKA,TimeX

Mathius Sedan, Kepala SMP  Negeri 2 Timika mengemukakann kriteria yang dipakai dalam penerimaan murid baru di SMP N 2 melalui empat jalur, yakni jalur zonasi, affirmasi (khusus anak yang harus dibantu terutama dari keluarga dianggap kurang mampu dan lain-lain),  perpindahan (dimana orangtuanya pindah tugas dari daerah lain lalu bawa serta keluarga maka anaknya bisa diberi peluang) dan melewati  jalur prestasi.

Baca juga : Peserta USBK SMPN 2 Mimika 308 Murid

Ia menjelaskan meskipun berada di luar zonasi anak masih punya peluang masuk di SMP N 2, karena dilihat dari hasil rapornya dari kelas 1-V.

“Sekarang sudah tidak ada lagi standar nilai dari pemerintah, tapi paling tidak ada kriteria yang dipakai panitia untuk membatasi jalur prestasi, terutama sepuluh besar SD atau sepuluh besar saat penamatan atau rengkin 1 sampai 10,” jelasnya saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Kamis (23/6).

Meski demikian, katanya hingga saat ini pembukaan penerimaan siswa baru masih menunggu petunjuk dari Dinas Pendidikan, termasuk berapa jumlahnya. Namun, sesuai kuota penerimaan tahun lalu ada sepuluh kelas masing-masing dengan daya tamping 32 murid, maka kurang lebih 320 anak.

“Harapan kita supaya ada siswa-siswi yang tidak bisa tertampung, dinas bisa memberikan satu kebijakan untuk menambah rombongan belajar (Rombel-red) yang ada. Memang SMP Negeri 2 ini sangat diminati oleh masyarakat untuk sekolahkan anaknya di sini. Jadi, saya tidak mengerti apa yang menjadi alasan sampai masyarakat berminat cukup banyak. Padahal ada SMP Negeri 11, SMP Negeri Koperapoka, SMPN 8 yang dekat dengan SMP N 2,” katanya.

Mengenai penerimaan murid baru ini dirinya sudah menghubungi pihak dinas namun informasinya bahwa baru mulai rancang-rancang.

“Maunya saya dinas cepat tentukan jadwalnya kapan mulai dibuka lalu tutupnya kapan, dan berapa kuotanya, supaya kita mulai pasang spanduk pengumuman di depan sekolah untuk masyarakat luas tahu,” katanya.

Adapun persyaratan saat daftar membawa foto copy Kartu Keluarga (KK) asli. Ini untuk mencocokan datanya supaya tidak ada yang tertipu, sebab kadang-kadang ada orangtua yang bermain dari foto copynya. Lalu foto copy ijazah atau surat keterangan lulus.

Selain itu katanya, saat pendaftar calon siswa-siswi yang datang antre sendiri mengambil formulir pendaftaran di loket mengenakan seragam merah putih yang rapih dan orangtua hanya sebatas mendampingi, supaya sejak dini melatih sikap disiplin mengantre.

“Sekolah tidak layani jika orangtuanya yang datang ambil. Kalau dipaksakan maka langsung digugurkan. Karena dia tidak mengikuti aturan dan tata tertib yang kita sudah buat. Jadi orangtua bisa datang mendamping tapi anaknya yang antre dengan tertib,” katanya.

Menghindari terjadi penumpukan, ia sudah perintahkan kepada panitia untuk membuka tiga loket pelayanan supaya pelayanan lebih aman dan cepat serta tidak berdesak-desakan.

Setelah diisi formulirnya dikumpulkan kembali ke sekolah. Berdasarkan itu, panitia mulai menilai calon murid ini masuk pada jalur mana.

Untuk wilayah sistem zona batasnya mulai dari Jalan Cenderawasih, Jalan Baru, Jalan Busiri ujung dan Jalan Kartini dan Pattimura.

Untuk calon siswa zona satu di Jalan Kartini, Pattimura dan Burisi sudah otomatis masuk tidak bisa diutak atik. Namun di luar zona, maka masuk dalam kriteria jalur prestasi. Ini supaya jika ada orangtua yang bertanya mengapa anak ini di luar zona tetapi dia lolos memang ia masuk jalur prestasi sesuai aturan yang ada.

Kemudian selama sekolah semua buku cetak sudah disiapkan oleh sekolah, karena telah mendapat dukungan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Begitu juga saat datang mendaftar anak mengambil formulir tidak dipungut satu biaya alias gratis.

Baca juga :Muscab IBI ke III Periode 2018-2022, Levina W Tandiyono Terpilih jadi Ketua IBI Mimika

Baca juga : ‘Bhakti Polri untuk Masyarakat’

“Nanti kalau saat sudah sekolah baru sekolah undang pertemuan untuk kembangkan sekolah ini agar supaya lebih bagus, baru dikenakan pungutan berdasarkan kesepakatan bersama. Selama saya kepala sekolah ini, saya minta dukungan orangtua. Seperti penimbunan tempat parkir kendaraan. Untuk tahun ini dukungan orangtua rencananya bangun saluran dari halaman sekolah  ke arah kali, karena setiap musim hujan air tergenang di halaman sekolah, dan itu sangat tidak nyaman bagi anak-anak maupun guru. Kalau kita harap pemerintah bisa tapi tunggu tahun depan lagi musti tunggu usulan lagi,” katanya.

Prinsipnya selain mendidik anak juga perhatian faktor kesehatan dan kenyamanan lingkungan menjadi hal penting agar aktivitas di sekolah lebih nyaman. (tio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *