Legislator Ingatkan Kepala Kampung Hati-hati Gunakan Dana Desa

Spread the love

TIMIKA,TimeX

Amandus Y. Gwijangge, Anggota DPRD Mimika, mengingatkan kepada 133 kepala kampung untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) agar tidak jadi temuan.

“Ingat, pengawasan penggunaan DD dan ADD sekaraang semakin ketat, tidak hanya polisi, namun juga ada dari kejaksaan bahkan lembaga swadaya masyarakat,” katanya kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Kamis (23/6).

Amandus  berharap dengan banyaknya pihak yang mengawasi penggunaan DD dan ADD, maka diharapkan para kepala kampung bisa lebih hati-hati dan tidak sembarangan, apalagi terjerat hukum.

Penegasan ini disampaikan politisi PKB lantaran, sering terjadi pencurian DD atau ADD oleh karena kealpaan aparatur kampung usai mencairkan dana tersebut dalam jumlah banyak di Timika.

Ia pun berharap, para kepala kampung serta jajarannya harus menguasai aturan agar tidak terjerat hukum dalam pengelolaan anggaran dan melaksanakan program pembangunan kampung, termasuk dalam menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari DD untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Saat ini sementara disalurkan BLT tahap satu. Untuk penyerahan BLT harus disertai dokumen yang valid, sehingga ketika ada pemeriksaan didukng dengan laporan yang lengkap,  dan tidak jadi temuan,” pesan Amandus, mantan wartawan Timika eXpress ini.

Seruan dari Amandus, lantaran saat ini pihak Kejari Mimika sedang melakukan pemeriksaan terhadap Kepada Kampung Bintang Lima, Distrik Kwamki Narama, atas dugaan penyalahgunaan DD.

“Tentu ini jadi pelajaran bagi aparatur kampung lain, agar tidak terjerat kasus yang sama. Alokasi dana yang diberikan harus dikelola dan dimanfaatkan baik, termasuk BLT disalurkan secara transparan didukung dengan data yang jelas,” tegasnya.

Ia pun berharap, instansi terkait, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada setiap operator distrik, bendahara juga para kepala kampung, agar mereka memahami dan mengetahui alur sistem pertangungjawaban DD yang benar sesuai mekanisme dan ketentuannya.

Ia tidak menampik, kurangnya pengetahuan juga bisa berakibat fatal.

“Kami harapkan DPMK terus dampingi melalui tenaga pendamping dan berikan telaan terkait mekanisme pemanfaatan DD dan ADD agar dipahami dan diaktualisasikan, baik program termasuk anggarannya tepat sasaran,” pungkasnya. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *