Bupati: Tidak Ada Cerita Tolak DOB dan Otsus Jilid II

Spread the love

DEKLARASI-Eltinus Omaleng, Bupati Mimika saat lakukan deklarasi dukung DOB dan Otsus Jilid II di Mile 32, Rabu(15/6), yang diikuti ribuan warga dari berbagai suku di Mimika. FOTO: ANTONIUS DJUMA/TIMEX

TIMIKA,TimeX

Ribuan warga Timika dari berbagai suku memadati pelataran Gereja Kingmi Marthen Luther Mile 32, Rabu (15/6). Kehadiran ribuan warga sebagai bentuk dukungan terhadap deklarasi Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah dan Otonomi Khusus Jilid II, yang diinisiasi oleh Eltinus Omaleng, SE MH, Bupati Mimika.

Baca juga : Eltunus Deklarasikan Diri jadi Calon Gubernur Papua Tengah

Pantauan Timika eXpress, warga tampak antusias berbondong-bondong datang dari berbagai penjuru sejak pagi.

Hadir dalam kesempatan itu, Anton Bukaleng, Ketua DPRD Mimika dan puluhan organisasi masyarakat (Ormas) dari berbagai suku di Indonesia yang berdomisili di Mimika, serta dua suku besar di Mimika yakni suku Amungme dan Kamoro (Mimik Wee).

Deklarasi ini diawali upacara adat khas Papua yakni bakar batu dengan ratusan ekor babi.

Eltinus Omaleng dalam sambutannya menegaskan Daerah Otonom Baru (DOB) dan Otsus Jilid II adalah untuk masa depan anak-anak Papua dan Mimika.

“Saya tegaskan, DOB bukan saja untuk Papua, tetapi Mimika yang didalamnya ada Nusantara. Deklarasi ini untuk menentukan nasib anak-anak kita juga masa depan Papua, jadi semua harus mendukung,” katanya.

Lanjutnya, selaku Ketua Asosiasi Bupati wilayah adat Meepago mewakili 7 kabupaten di dalamnya ia menyatakan mendukung DOB dan Otsus Jilid II.

“Saya Ketua asosiasi Bupati Meepago atas nama 7 Kabupaten hari ini kita deklarasi, saya atas nama masyarakat Mimika menegaskan mendukung DOB dan Otsus Jilid II,” tegasnya.

Dalam sambutannya, ia juga berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang telah serius membangun Papua, juga Kabinet Indonesia maju terkhusus Kemendagri Tito Karnavian, dan pimpinan TNI-Polri yang sudah menjaga keamanan di Papua.

“Jadi tidak ada cerita menolak (DOB dan Otsus Jilid II) di Mimika ini, kami Bupati Mimika, ketua DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan perempuan di wilayah Meepago, juga mendukung rekonsiliasi menuju Papua damai,” ucapnya.

Ia juga mendorong sosialisasi keberlanjutan otonomi khusus demi kesejahteraan masyarakat Wilayah Adat Meepago.

“Mari kita bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah pusat yang sudah menetapkan pemekaran Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan Tengah dan Keberlanjutan Otonomi Khusus menuju Papua damai, sejahtera, bermartabat, dan menjadi tuan di negeri sendiri,” katanya.

Usai sambutan, bupati bersama perwakilan dari DPRD, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, agama dan lainnya melakukan penandatanganan deklarasi Mimika bersatu di papan yang telah disediakan.

Adapun poin dukungan yang ditandatangani yaitu mendukung upaya penyelesaian konflik di Papua secara bermartabat demi tercapainya Papua damai, mendorong penyelesaian masalah Papua secara rekonsiliasi dan restitusi menuju Papua yang aman serta mendukung Otsus Jilid II dan Pemekaran Papua Tengah.

Ia menjelaskan, setelah melakukan penandatanganan dukungan DOB, Otsus jilid II serta Provinsi Papua Tengah, akan segera membentuk tim paling lambat Sabtu untuk menyerahkan dokumen tersebut ke pemerintah pusat agar bisa terakomodir dalam  anggaran melalui APBN Perubahan.

Pemilihan Lokasi Gereja Semata-mata Karna Luas

Sementara itu, Eltinus Omaleng melalui Plh Sekda Mimika Jeni Usmany menjelaskan pemekaran merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Papua dan Papua Barat.

Sebagaimana amanat UU tersebut, maka Eltinus Omaleng, sebagai kepala daerah sekaligus Ketua Asosiasi Bupati Wilayah Adat Mee Pago mendukung kelanjutan Otonomi Khusus.

Untuk itu katanya, bupati Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendukung terutama masyarakat asli Papua agar mendukung Otsus Jilid II karena Otsus adalah kebijakan dari pemerintah pusat sebagai bentuk keberpihakan khusus bagi orang asli Papua.

Sementara itu terkait imbauan Bupati Mimika kepada ASN, dijelaskan Plh Sekda Mimika, lebih ditujukan pada ajakan untuk mendukung pemekaran atau Daerah Otonom Baru Provinsi Papua karena menjadi peluang untuk pengembangan karir bagi ASN dan terbukanya peluang karena kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di pemerintahan.

Pernyataan terkait kelompok yang menolak pemekaran ditegaskan Plh Sekda, Bupati Mimika tidak pernah menyatakan mendukung gerakan kelompok yang menyuarakan merdeka. Justru Bupati mengajak semua pihak untuk menerima pemekaran karena tujuannya positif yaitu untuk kesejahteraan masyarakat Papua.

Dengan terbentuknya daerah otonom baru Provinsi Papua Tengah dengan ibu kota Mimika, maka pembangunan bisa dipercepat. Konektivitas infrastruktur jalan, jembatan dibangun serta ekonomi akan bertumbuh.

“Jadi pemekaran dilakukan untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan. Selama ini Provinsi Papua membawahi 29 kabupaten/kota. Luas wilayah dan akses membuat pembangunan tidak merata, sehingga pemekaran dilakukan agar kehadiran pemerintah bisa lebih dekat dengan masyarakat dan pembangunan bisa merata, “jelasnya.

Lanjutnya, terkait lokasi pelaksanaan deklarasi, bupati Mimika memilih halaman Gereja KINGMI Jemaat Marten Luther Mile 32 karena dinilai representatif. Tidak hanya lokasinya yang luas tapi juga merupakan representasi dari masyarakat asli Papua.

Deklarasi akan dikemas dalam bentuk acara adat bakar batu yang memiliki nilai filosofis yang kuat dan dipegang oleh masyarakat asli Papua.

Ia juga menjelaskan, selama menjabat sebagai Bupati Kabupaten Mimika, Bupati sudah melakukan berbagai terobosan pembangunan infrastruktur bandara, jalan, jembatan serta pengembangan ekonomi dan lainnya.

OKIA Dukung DOB dan Otonomi Khusus Jilid II

Sementara itu, Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) juga menyatakan mendukung deklarasi penetapan Daerah Otonomi Baru  (DOB) dan Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II yang digelar di Gereja Marthen Luter 32, Rabu (15/6).

Yohanes Kemong Koordinator Pengarah OKIA kepada Timika eXpress mengatakan, OKIA mendukung penuh Otsus Jilid II dan DOB  PapuaTengah dengan ibu kota di Mimika, sebab ini impian OKIA sejak lama.

“Ini yang kami nantikan sejak lama, sebab kamipun ingin menjadi tuan di negeri  sendiri,” ujar Yohanes di halaman Gereja Marthen Luter Mile 32.

Untuk itu, ia meminta penetapan DOB, segera dilakukan, sebelum Pemilu 2024.

“Karena kami juga ingin mempesiapkan kandidat-kandidat dari tujuh suku, jadi, sebaiknya dipercepat DOB nya,” tukas Yohanes.

Tujuanya agar, anak-anak OAP terlebih Amungme Kamoro (Amor) dapat menduduki tempat-tempat strategis, baik di pemerintahan maupun di DPRP ataupun MRP.

Menurut Yohanes, soal pro kontra merupakan hal yang biasa,sebab itulah dinamika yang harus dilewati.

“Karena jika sudah ada karateker, maka kamipun akan mendorong kader-kader kami, berharap anak-anak OAP lah yang nantinya duduk di tempat strageis untuk membuat keputusan, dan menetapkan aturan-aturan,” pungkasnya.  (a33)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *