Penyidik Dalami Keterlibatan BH dalam Kasus Pencabulan Anak di SP 4

Spread the love

DIPALANG – Panti Asuhan Bunda Mulia berlokasi di SP 4 terlihat dipalang dari keluarga korban menggunakan papan, Senin (30/5). Foto : Astrid/TimeX

TIMIKA, TimeX

Penyidik Satreskrim Polres Mimika tengah mendalami adanya indikasi pelaku lain dalam kasus pencabulan yang dialami Mawar (nama samaran,red) di Panti Asuhan Bunda Mulia di SP4 milik Sy.

Baca juga : Kebakaran di Busiri Diduga Kelalaian Pemilik Petakan

Dalam kasus ini, penyidik sebelumnya telah menetapkan satu orang tersangka yang merupakan oknum ASN berinisial AL. AL merupakan suami dari pemilik panti.

Namun Tak lama kemudian, muncul nama pelaku lain yang saat ini sudah ditangkap anggota Polsek Asgon Polres Mappi berinisial BH.

“Tersangka AL masih di tahan di Rutan Polres Mimika Mile 32. Kita masih mendalami pengakuan korban karena ia sempat diancam oleh BH. Jadi kita melihat fakta hukum bukan katanya,” ujar Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar, Kasat Reskrim Polres Mimika saat dihubungi Timika eXpress melalui telepon selulernya, Senin (30/5).

Dikatakannya, penetapan tersangka AL berdasarkan dua alat bukti yang telah diterima penyidik. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan adanya tambahan tersangka lain.

“Kalaupun ada perubahan, nanti akan disampaikan alasannya kenapa ada pelaku lain, dasarnya apa, buktinya apa. Karena jangan sampai nanti ada pemahaman masyarakat bahwa polisi salah tangkap tersangka. Korban sendiri awalnya mengakui itu,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya saat ini menunggu kedatangan BH dari Mappi guna penyelidikan lebih lanjut.

“Kita masih menunggu diduga tersangka itu datang ke Mimika, sehingga kita bisa selidiki lebih lanjut,” kata Iptu Bertu.

Sementara itu, Iptu Andi Suhidin, Kasat Reskrim Polres Mappi membenarkan adanya laporan dari Reskrim Polres Mimika terkait laporan DPO pelaku pelecehan seksual terhadap remaja.

“Kasat Reskrim (Polres Mimika) telah menghubungi kami untuk mencari DPO karena dicurigai lari ke wilayah sini (Mappi,red),” ujarnya.

Lanjutnya, usai menerima laporan tersebut pihaknya kemudian melakukan pencarian dan berhasil menemukan pelaku.

“Pelaku ditangkap tanpa perlawanan saat berada di kosnya di Kampung Eci, Distrik tanggal 28 Mei 2022,” katanya.

Kata Andi, BH melarikan diri ke Mappi menggunakan kapal laut. Kurang lebih 9 hari pencarian, personil Polsek Asgon berhasil mengamankan pelaku dan secepatnya akan mengirimkan pelaku ke Kabupaten Mimika untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan pantauan Timika eXpress di lapangan, Panti Asuhan Bunda Mulia terlihat sudah dipalang oleh keluarga korban pada Senin (30/5) siang.

Keluarga korban palang dengan menggunakan papan dan seng. Banyak tulisan di dinding Panti Asuhan tersebut yakni ‘Panti di Tutup’, ‘Panti di Tutup Selamanya’ , ‘Panti Biadab’.

Panti ini dibangun kurang lebih 2 tahun dan memiliki 30 anak panti dengan usia5-14 tahun. Dan saat terjadi pemalangan terjadi, terdapat 5 anak berada dalam panti asuhan tersebut. (a42)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *