Petrus: Anak Karton dan Terlantar Fenomena Kemiskinan

Spread the love

KARTON – Para bocah menutup motor menggunakan karton di Jalan Yos Sudarso. Foto: Dok./TimeX

TIMIKA,TimeX

Petrus Yumte, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika menilai adanya anak karton dan terlantar yang tersebar di Mimika adalah sebuah fenomena kemiskinan.

Baca juga : PUPR Alokasikan Rp1 Miliar untuk Pembangunan Jembatan Iwaka

Ini menilai dari berbagai aspek bahwa fenomena (anak terlantar dan karton-red) tersebut karena terkadang ada juga yang orangtuanya mampu tetapi anaknya tetap turun ke jalan.

“Banyak anak yang ada di jalan berasal dari keluarga tidak mampu. Namun karena kondisi keluarga yang kurang harmonis dan tingkat pendidikan maupun hidup kerohaniannya kurang akhirnya membuat anak-anak lebih memilih berada di jalan,” jelas Petrus saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Senin (23/5).

Pada tahun 2022 ini katanya, Dinas Sosial lagi fokus untuk melakukan pendataan kemiskinan. Hingga kini yang tercatat di data Dinas Sosial terdapat 96 anak terlantar dan anak karton.

“Langkah kami hanya mendata saja. Soal kemiskinan bukan hanya tanggung jawab Dinsos tapi harus bekerja sama dengan dinas lain seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Dinas Pendidikan. Kami di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) ini fokus pada pendataan kemiskinan agar bisa dijadikan usulan ke Pusat, dipakai di pemerintah daerah agar fenomena itu bisa perlahan teratasi,” katanya.

Jadi hal yang paling penting dalam mengentaskan kemiskinan katanya, adalah pemberdayaan ekonomi keluarga. Minimal diperdayakan dan mengerti mengelola seperti berkebun dan berternak untuk pendapatan dan bisa kelola membangun rumah tangga dengan baik.

“Cobalah bantu dengan cara itu, jangan hanya pemerintah saja, pemerintah ada tapi juga kan terbatas,”  ujarnya.

“Jadi persoalan anak karton, saya rasa ini satu hal fenomena kemiskinan yang kalau orang hidup sejahtera minimal anak-anak akan baik,” tutupnya.

Potret anak karton ini setiap hari biasanya ditemukan di Jalan Yos Sudarso depan Serayu. Mereka biasanya mangkal di depan emperan toko sambil membawa katon bekas aneka dos. Setiap sepeda motor yang parkir mereka menutup dengan karton. Tujuan supaya bisa mendapat bayaran dari pemilik motor. Ketika mengetahui sang pemiliknya datang mereka cepat-cepat angkat karton itu. Kadang ada yang memberi mereka uang seribu, dua ribu bahkan kadang tidak. (a35)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *