Warga Sesalkan Pengerjaan Drainase di Busiri Ujung Tak Kunjung Kelar

Spread the love

SALURAN – Kondisi saluran di Jalan Busirih Ujung yang belum rampung dikerjakan, Jumat (13/5). FOTO: YOSEF/TIMEX

TIMIKA,TimeX

Yosef  S, seorang warga menyesalkan progres pengerjaan drainase di Jalan Busiri Ujung, Kelurahan Pasar Sentral Distrik Mimika Baru sejak awal tahun hingga Mei 2022 ini belum juga kelar. Dengan belum selesainya pengerjaan saluran tersebut justeru membahayakan para pengendara roda dua, mobil juga pejalan kaki disaat jam-jam ramai ketika melintas. Apabila tidak  hati-hati bisa-bisa terperosot dalam saluran. Ditambah lagi dengan gundukan material yang belum diratakan. Selain itu turut menghabat aktivitas warga setempat yang rumah atau tempat usahanya persis di pinggir galian saluran.

Baca juga : UMKM Ikut Sosialisasi  PP Nomor 7 Tahun 2021

Proyek ini sumber dana dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika sebesar Rp338.800.000 dari APBD tahun 2021 lalu.

Sesuai informasi yang tertera pada papan proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan saluran ini semestinya sudah harus dikerjakan sejak 15 Desember 2021 lalu. Namun kenyataan baru dikerjakan pada awal tahun 2022.

“Kita kalau lewat di sini saat jam pagi, siang dan sore di waktu orang pulang kerja lagi ramai selalu was-was. Takutnya jatuh karena badan jalan ini semakin mengecil. Apalagi berpapasan dengan kendaraan besar,” keluh Yosef saat ditemui di lokasi, Jumat (13/5).

Pria yang berprofesi pengojek ini sering melintasi jalan tersebut mengantar penumpang berharap dinas teknis terkait memanggil kontraktornya untuk segera timbun drainasinya yang sudah ditutup itu supaya bisa rata dengan badan jalan semua. Bukan dibiarkan seperti itu membuat pandangan makin tidak elok.

“Kasian kalau dibiarkan terus begitu bisa-bisa jatuh korban. Apakah tunggu ada korban dulu baru pemerintah buka mata?” tanyanya dengan nada kesal.

Dinas terkait katanya dalam memberikan pekerjaan kepada kontraktor musti diseleksi baik, jangan asal menujuk kontraktor akhirnya hasil seperti saat ini, kerja tidak tuntas. Proyek ini gunakan uang rakyat sebaiknya hasilnya harus memuaskan bagi rakyat. Ini terkesan asal kerja hanya menghambur-hambur uang.

Selain itu ia mengharapkan DPRD Mimika bisa memanggil dinas pemberi kerja juga kontraktornya untuk bertanggungjawab atas persoalan belum tuntasnya drainase ini.

“DPRD jangan duduk saja di kantor. Coba turun juga di jalan-jalan atau ke lokasi proyek sebagai bentuk pengasawan. Silahkan panggil mereka, tanya mengapa kerja salurran ini seperti begini,” katanya.

Sementara Inosensius Yoga Pribadi, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika ketika ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Rabu(11/5) membenarkan pekerjaan saluran ini sepajang 300 meter belum rampung.

Dikatakan, pengerjaan tersebut sebenarnya dilakukan di lorong-lorong bukan di jalan utama.

“Itu kan tinggi dan sebenarnya pengerjaan itu di lorong bukan di jalan utama. Saya sudah sempat berbicara dengan pak Kadis, kami tidak mengerti juga kenapa mereka kerja di bagian situ,” katanya.

Dikatakan,  paket pekerjaan ini dengan dana yang kecil cocoknya pekerjaan di lorong-lorong bukan di jalan utama karena tidak sesuai dengan anggaran yang ada.

“Nah, yang begitukan banyak butuhkan material otomatis dia (kontraktor) rugikan, dan habis banyak, karena perencanaan itu khusus untuk drainase lorong saja,” jelasnya.

Ia menjelaskan akan melakukan pembinaan dan penjelasan kepada para kontraktor yang lakukan pengerjaan tidak sesuai dengan dana yang disiapkan.

Sesuai informasi yang tertera pada papan proyek terpasang di lokasi, pembangunan saluran ini semestinya sudah harus dikerjakan sejak 15 Desember 2021 lalu. Namun kenyataan baru dikerjakan pada awal tahun 2022.

Pada papan nama proyek tertera, tim pelaksanaan kegiatan dari CV. Jilahel dan konsultan pengawas CV. Belahan Papua. Proyek ini dengan nomor kontrak: 602.1/117/2021. (a33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *