Dewan Apresiasi Pembangunan Jalan Alternatif

Spread the love

Anton Pali. Foto: Dok./TimeX

TIMIKA,TimeX

Anton Pali, Anggota DPRD Mimika mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, atas pembangunan infrastruktur, yakni pembangunan beberapa ruas jalan alternatif yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendongkrak perekonomian juga memudahkan akses.

Baca juga : Warga Sesalkan Pengerjaan Drainase di Busiri Ujung Tak Kunjung Kelar

Hal ini sejalan dengan visi dan misi pimpinan daerah, yakni mewujudkan Mimika yang cerdas, aman, damai dan sejahtera.

“Kami apresiasi karena pemerintah sudah bangun sejumlah jalan alternatif, seperti jalan tembus Busiri Ujung-Jalan Hasaudin, juga Jalan Patimura Ujung tembus Jalan Petrosea, termasuk proyek-proyek infrastruktur lainnya dalam mendukung aksebilitas masyarakat Mimika”.

Demikian ungkap Anton, politisi Partai Nasdem kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Jumat (13/5).

Geliat pembangunan infrastruktur serta sendi-sendi kehidupan lainnya dari pimpinan daerah serta jajarannya membangun Mimika, ini tidak terlepas dari persiapan Mimika sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.

“Kita lihat saja meski dua tahun lalu kita diterpa Covid-19, termasuk perhelatan akbar Pekan Olaraga Nasional (PON) XX Papua 2021 lalu, tetapi pembangunan tetap berjalan, meski tidak banyak anggaran yang terserap karena terdampak refocusing. Semuanya karena semangat serta dukungan dari semua pihak sehingga jalan-jalan alternatif, termasuk proyek jalan lingkungan, bahkan pengerjaan Jalan Cenderawasih terus dikebut agar segera rampung,”ujarnya.

Menurut Anton, membangun Mimika tentu butuh waktu dan tidak bisa secara instan, mengingat pandemi Covid-19 sejak awal 2019, diikuti dengan persiapan hingga perhelatan PON, sehingga anggaran untuk pembangunan tidak terserap maksimal.

“Apalagi setelah diberlakukan one way (satu jalur) Jalan Budi Utomo, mau tidak mau jalan alternatif pun harus dibangun untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya pengendara pasti ingin mempersingkat waktu lewat jalan alternatif. Salah satunya Jalan Busiri Ujung menuju Jalan Hasanudin kawasan Pasar Sentral,” paparnya.

Dikatakan pula, jalan-jalan alternatif yang dibangun dan dihotmix tidak begitu lebar, namun setidaknya menjawab kebutuhan warga, apalagi kondisi sebelumnya masih hutan.

“Secara pribadi kami apresiasi pimpinan daerah karena dedikasi sehingga semua ini terwujud, kendati masih banyak keterbatasan, tapi pembangunan ada proses, ada jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, ini semua juga mengacu pada ketersediaan anggaran,”pungkasnya. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *