Banyak Penjual Elpiji Tanpa Izin, Distributor Minta Disperindag Tegas

Spread the love

TIMIKA, TimeX

Maraknya penjual gas elpiji di Timika tanpa izin resmi menuai tanggapan keras dari pihak distributor.

Hal ini demi menjaga nama baik dua distributor resmi yang ditunjuk dalam menjalankan usahanya di Timika, yaitu PT Indimatam Group dan PT Musdalifa.

“Kalau mau usaha, mari kita usaha yang sehat, sehingga masyarakat yang memanfaatkan elpiji tidak dirugikan”.

Demikian dikatakan Ridwan Sina, pengurus Kadin Mimika saat bertandang ke Timika eXpress, Senin (9/10).

Menyikapi adanya pengusaha yang menjual  elpiji tanpa izin resmi, serta adanya indikasi penyusutan isi atau volume tabung gas yang tidak sesuai berat aslinya dimainkan oleh para penjual tanpa izin resmi, maka hal ini harus disikapi tegas oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika.

“Supaya distributor tidak dikambinghitamkan, kami minta Disperindag cek baik, sebab ada sinyalemen penjual gas elpiji tanpa ijin resmi menggunakan jasa aparat untuk memuluskan usaha gas elpiji. Apalagi supaya tetap dapat untung besar pasca kenaikan harga gas elpiji oleh Pertamina, tidak menutup kemungkinan adanya indikasi penguruangan isi atau volume gas oleh oknum-oknum pengusaha tanpa ijin resmi,” kata Iwan kerap ia disapa.

Apalagi keluhan terkait penyusutan volume gas elpiji ini datang dari ibu-ibu rumah tangga, baik elpiji ukuran 12 kilogram maupun 5,5 kilogram.

Tidak hanya itu, selain adanya sinyalemen penyusutan volume gas, para penjual tanpa ijin resmi pun ditengarai seenaknya memainkan harga jual gas elpiji.

Padahal, saat terjadi kelangkaan gas elpiji di Timika awal Pebruari lalu, pemerintah setempat melalui Disperindag Mimika telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sayangnya, ada penjual seenaknya memainkan harga.

“Ini terjadi karena lemahnya pengawasan dari Disperindag, padahal kita sudah sering sampaikan, baik dalam forum resmi beberapa kali. Mari kita bisnis yang sehat.   Kami minta Pertamina bersama pemerintah setempat menindak oknum yang tidak bertanggung jawab, dan dengan segaja mengurangi volume gas elpiji,” harapnya.

Disamping itu kata Iwan, penertiban dan penegakan aturan terhadap para pengusaha tanpa ijin resmi harus secepatnya ditindak.

Adapun kalau para pengusaha tanpa ijin tetap ingin jual gas elpiji, baiknya diambil dari pihak distributor, bukan mendatangkannya secara sepihak karena dibekingi aparat.

“Saya sampaikan ini supaya bisnis yang kita jalankan sehat, dan tidak merugikan salah satu pihak, terlebih masyarakat selaku konsumen,” tandasnya. (vis)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *