Momen PON, UKM Mulai Bangun Lapak di Kawasan MSC

BANGUN – Pelaku UKM sementara bangun lapak jualan di dekat Mimika Sport Center, Selasa (14/9). Foto: Hendrikus Welerubun/TimeX

TIMIKA,TimeX

Menangkap peluang emas pada momen Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 yang segera bergulir di Kabupaten Mimika, saat ini puluhan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) mulai bangun lapak penjualan asesoris maupun kuliner di kawasan Mimika Sport Center (MSC) di Jalan Caritas. UKM yang mendaftar sudah 100 orang.

Baca juga : Pembawa Api PON Atlet Nasional

Richard Wunga, selaku penginisiatif mengisahkan ide awal membangun lapak ini bermula dari niatnya lalu berbicara dengan sesama pelaku UKM akhirnya sepakat dan sekarang boleh dikatakan kemajuannya sudah 50 persen.

Richard menjelaskan dalam pembicaraan itu beberapa temannya mengusulkan agar dirinya sebagai sponsor untuk mencari lahan tempat usaha. Atas dukungan itu, dirinya langsung mengambil langkah menemukan pemilik lokasi.

“Ya kami para UKM, awalnya cuma bermodal semangat saja, sehingga kalau sampai saat ini boleh dikatakan hasilnya seperti ini, tentunya berkat dukungan dari semua pihak dan teman-teman,” kata Richard saat ditemui Timika eXpress di lokasi, Selasa (14/9).

Ia menambahkan pihak-pihak yang dihubungi seperti Yapeda, karena kebetulan mempunyai lahan kosong cukup luas berdekatan dengan lingkungan penyelengaraan PON XX dan mendapat izin penggunaan lokasi.

“Untungnya kami mendapat lahan yang kebetulan milik pribadi dan milik masyarakat di sini yang mau mengerti dan memberikan lahan kosong untuk usaha kami, sehingga tidak ada masalah untuk penggunaan lahan UKM di sini,” terangnya.

Ia menyebutkan lokasi menjadi tempat penjualan asesoris dan kuliner ada empat. Dua berada di dekat Wisma Atlet dan duanya berdekatan dengan lokasi RS Caritas.

“Stand-stand ini akan dibagi menjadi tiap-tiap stand ada penjualan asesoris PON dan kuliner asli Papua, Kami akan coba promosikan makanan khas Papua dan asesoris PON dan asesoris asli Papua,” katanya.

Ia menjelaskan semua bahan bangunan lapak disiapkan sendiri oleh penyewa lahan.

Setiap penyewa mendapat lahan ukuran 3 x 5 meter seharga  Rp.2 juta dengan masa kontrak selama sebulan.

Hartati, seorang penyewa lokasi menuturkan dirinya menyewa tempat ukuran empat lapak sebab hanya satu dirasanya terlalu kecil.

“Saya menyewa empat tempat karena kalau cuma satu terlalu sempit, sehingga biarpun kedepannya kalau sepi dalam usaha penjualan saya, itu sudah risiko,” katanya.

Penulis : Hendrik

Editor : Anton

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *