Ikut 12 Kategori Lomba, Kontingen Mimika Optimis Raih Juara Umum

Johan Ade Matulesy. Foto: Echie/TimeX

TIMIKA,TimeX

Kontingen Mimika optimis meraih juara umum pada pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang akan dilaksanakan pada 30Oktober hingga 6 November  mendatang.

Baca juga : Hari Ini Technical Meeting V Pesparawi XIII Dibuka Bupati Mimika

“Kami dari Kabupaten Mimika mengikuti  12 mata lomba. Jadi selama ini kita sudah latihan sejak tahun 2020 sampai 2021 dengan melibatkan pelatih lokal yang ada di Timika dan kami juga pakai pelatih nasional sebagai pelatih konsultan,”kata Johan Ade Matulessy Ketua LPPD Mimika saat ditemui Timika eXpress di Hotel Grand Tembaga, Rabu (8/9).

Dikatakan, untuk memperhalus latihan yang ada di Mimika, maka pihaknya harus betul-betul tampil sesuai dengan keinginan mereka.Dan Mimika harus menjadi juara umum.

“Mimika mengikuti 12 mata lomba seperti paduan suara semi campuran dewasajuga paduan suara remaja dan kami optimis bisa menang. Termasuk juga solo dan musik gereja. Kita permantap sekali ditambah oleh paduan suara jenis wanita dan pria,”jelasnya.

John menerangkan, pihaknya betul-betul lebih champion(juara-red) untuk kategori-kategori ini.Dan memang, meskipun ditengah pandemi Covid-19 menyebakan persiapan terkendala, namun latihan yang dilakukan itu cukup maksimal sehingga pihaknya bisa dapat point.

“Karena selama Pesparawi, Mimika itu belum pernah mendapat champion. Pernah satu kali dapat champion  itu untuk satu mata lomba saja. Paling tidak 7 atau 8 point lomba kami bisa ambil nanti,”katanya.

Ia menuturkan lawan terberat dalam lomba ini adalah Kabupaten Biak Numfor. Karena mereka juga ikut 12 mata lomba.

“Sementara yang lain hanya ikut 3 atau 5 mata lomba. jadi aturan yang sering ada di lomba Pesparawi adalah yang juara umum itu yang datang dengan jumlah sesuai dengan mata lomba . Tidak boleh kurang karena kalau kurang bisa dapat champion tapi tidak mengikuti semua kategori lomba,”jelasnya.

Diakuinya, jika Mimika meraih juara umum dengan menyabet  champion tiga atau empat maka Mimika akan mewakili Provinsi  Papua  pada ajang Pesparawi nasional tahun 2022.

Sementara itu, terkait dengan kostum peserta  diakui Matulesy, memang mengalami kendala berat. Pasalnya, karena situasi Covid-19, maka anggaran direfocusing. Kemudian APBD-P yang belum ditetapkan  turut mempengaruhi.

Dan pihaknya juga memasukkan dalam perubahan sementara itu untuk pembahasan APBD Perubahan sampai sekarang juga belum ditetapkan.

“Jadi sekarang kami buat dan dalam satu sampai dua minggu kedepan sudah bisa diproses.Dari 12 kategori lomba, kostum lomba etnik yang berbeda. Kemungkinan kami jahit di luar Timika  karena untuk panitia juga ada sehingga lebih cepat,” katanya.

Untuk kontingen jumlahnya 300 orang termasuk dengan tim dan official. Karena satu paduan suara maksimalnya adalah 45 orang.

“Tapi nanti kita lihat dengan situasi yang ada apakah sekitar 250 orang. Tapi intinya kita hitung sekitar 300, jadi kita akan ulang jumlah lagi dan kita akan sampakan kepada panitia.

Direncanakan nanti untuk ketua tim official adalah Kalina Omaleng untuk kontingen dari Mimika,”pungkasnya.

Sementara itu, Ferry Betay Perwakilan dari Kabupaten Biak Numfor mengaku sudah dua kali meraih juara umum pada PADA Pesparawi

Kontingennya akan hadir dengan 12 kategori lomba dan jumlah sekitar 210.

“ kami tetap optimis untuk menang. Dan sebagai juara lomba untuk kedua kalinya tentu ini berat.Karena mempertahankan juara itu sangat berat. Namun ininya kita hadir untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan,”ujar Betay.

Penulis : Echie

Editor : Linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *