Satgas Nemangkawi Tangkap Pimpinan KKB Pecatan TNI di Timika

Senaf Soll di Jalan Samaru. Foto: Ist./TimeX

TIMIKA,TimeX

Tim Satuan Tugas Penegakan Hukum Satgas Gakum) Nemangkawi menangkap salah satu pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Senaf Soll di Jalan Samaru, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Rabu (1/9).

Baca juga : Lelang JPT Tunggu Rekomendasi KASN

Senaf dengan nama lengkap Ananias Yalak (25) adalah mantan anggota Yonif 754 ENK di Mimika dengan pangkat Prajurit Dua (Prada).

“Memang ada penangkapan dan saat ini sudah diamankan di Mapolres Yahukimo di Dekai,” kata Kombes Pol Faizal Ramadhani Direktur Krimum Polda Papua, Kamis (2/9).

Kelompok Senaf Soll diketahui pernah melakukan sejumlah penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya aparat. Yaitu penganiayaan terhadap dua anggota Yonif Linux 432/Kostrad, pembunuhan terhadap staf KPU Yahukimo, warga sipil serta tersangkut pembakaran ATM Bank BRI di Yahukimo.

Menurut Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi Brigjen TNI Izak Pangemanan, Senaf Soll dipecat dari TNI pada tahun 2019 sesuai Putusan Mahkamah Militer III Jayapura terkait jual beli 155 butir amunisi dan senjata api pada 2018 di Kabupaten Mimika.

Senat dinyatakan bersalah dan dipecat dari dinas militer karena terbukti melakukan tindak pidana Desersi dalam waktu damai.

Senat dalam hal ini melakukan ketidakhadiran dinas tanpa izin dalam waktu lebih dari 30 hari secara berturut-turut.

Hal itu diduga dilakukannya saat hendak ditangkap pada 10 September 2018 karena terlibat penjualan amunisi. Dia tidak kooperatif dan malah melarikan diri ke hutan dan bergabung hingga dengan KKB lantas melakukan sejumlah aksi kejahatan, baik terhadap aparat keamanan juga warga sipil.

Sementara itu, Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal, Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi melalui press rilis yang diterima Timika eXpress, Kamis  kemarin  menyebut,  penangkapan terhadap Senaf Soll oleh Satgas Nemangkawi melalui sweeping ini dalam rangka jaminan keamaan jelang PON XX Papua 2021.

“Jadi ada sejumlah orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) bersenjata dan belum tertangkap, terus dikejar tim Satgas Operasi Nemangkawi bersama Polres serta jajaran Polda Papua,” ujarnya.

Penangkapan terhadap Senaf Soll berawal pada pukul 03.46 WIT, Satgas Operasi Nemangkawi bersama anggota Polres Yahukimo dipimpin AKBP Deni Herdiyana, Kapolres Yahukimo bergerak menuju Jalan Samaru, Distrik Dekai.

Setibanya di lokasi sasaran pukul 05.28 WIT, tim langsung menggerebek salah satu rumah yang diduga terdapat Senat Soll di dalamnya.

Sata petugas merangsek masuk, Senat Soll benar berada di dalam rumah tersebut, dan saat hendak ditangkap, yang bersangkutan sempat melakukan perlawanan menggunakan kampak dan terpaksa dilumpuhkan Satgas Nemangkawi.

Selain Senaf Soll, petugas juga mengamankan lima orang warga sipil, diantaranya Pilas Matuan, Apius Tabla, Mekison, Sapuk Asso dan Abert Matuan.

Usai penggerebekan dan penangkapan senaf Soll, petugas bergerak menuju RSUD Dekai untuk mengobati luka tembak pada kaki kiri dan kanan Senaf Soll yang dilumpuhkan petugas.

“Penangkapan DPO Senat Soll berdasarkan tiga Laporan Polisi (LP) terkait keterlibatannya dalam sejumlah kasus. LP/55/XII/2019/Papua/Res Yahukimo, tertanggal 1 Desember 2019 terkait pembakaran ATM Bank BRI Cabang Dekai.

LP/38/VII/2020/Papua/Res Yahukimo tertanggal 11 Agustus 2020 terkait pembunuhan terhadap Staf KPU Dekai atasnama Hendry Jovinsky di Jembatan Kali Teh, Distrik Dekai.

Selanjutnya LP/39/VII/2020/Papua/Res Yahukimo tertanggal 20 Agustus 2020 terkait pembunuhan warga sipil atas nama Muhammad Toyib di Jalan Bandara Dekai.

Senant Soll pria kelahiran Yahukimo, 23 Juli 1996, merupakan eks anggota TNI yang dipecat karena terlibat tanpa hak menguasai atau membawa amunisi.

“Waktu masih aktif sebagai anggota TNI, Senaf Soll  pernah serahkan 155 butir amunisi kepada Ruben Wakla yang ditangkap pada 10 September 2018 lalu.

Ruben ditangkap petugas berdasarkan pemeriksaan x-ray di bandara saat akan berangkat ke Dekai.

Ruben kini telah bebas setelah menjalani vonis hukuman 2 tahun 6 bulan kurungan.

Lebih lanjut katanya, terkait pembakaran ATM Bank BRI Cabang Dekai pada 30 November 2019 lalu, Senat Soll terbukti melakukannya bersama Ariel Sonyap alias Koroway yang divonis 3 tahun penjara.

Sedangkan kasus pembunuhan Hendry Jovinsky, staf KPU Dekai pada 11 Agustus 2020 lalu berawal ketika korban bersama Kenan Mohi dalam perjalanan menuju rumah Karolina Pahabol untuk mengantar obat.

Sekembalinya dengan sepeda motor, korban dan Kenan Mohi  dihadang Senat Soll dan Temius Maga (DPO) dengan parang, selanjutnya membunuh korban.

Kemudian, terkait pembunuhan Muhammad Toyib pada 30 Agustus 2020, ketika itu korban sedang melintas di jalan menuju arah bandara.

“Para pelaku waktu itu bersembunyi di pinggir jalan, selanjutnya pelaku bernama Yoel Mirin memanah korban hingga terjatuh dari sepeda motor. Korban sempat berdiri dan berusaha melarikan diri ke arah Dekai, namun Yepi Magayang  yang divonis 8 tahun bersama Senat Soll mengejar korban terus menganiayanya hingga tewas,” jelasnya.

Atas serangkaian aksi kejahatannya, Senaf Soll dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 juncto Pasal 55 KUH Pidana yang secara bersama-sama dan tanpa hak menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, atau menyembunyikan sesuatu senjata api, amunisi atau bahan peledak dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara 20 tahun.

Yang bersangkutan juga dijerat Pasal 187 KUHP, yaitu kejahatan yang membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang, sebagaimana dimaksud dengan ancaman hukuman maksimal hukuman penjara 12 tahun atau seumur hidup.

Juga disangkakan Pasal 338 KUHP, kejahatan terhadap nyawa orang sebagaimana dimaksud dengan ancaman hukuman maksimal hukuman penjara 15 tahun.

Penulis : Marsel

Editor : Maurits

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *