Awasi Transaksi Pajak, Bapenda Gunakan mPOS

PASANG- Pegawai Bapenda saat memasang mPOS dan TMT di Hotel Horison Diana, Rabu (28/8). (FOTO: ABI SUZA HUTAGALUNG/TIMEX)

TIMIKA, TimeX

Saat ini teknologi semakin berkembang dengan pesat dengan bermunculan fitur-fitur dan manfaat untuk mempermudah akses kehidupan manusia.

Salah satu yang juga berkembang adalah teknologi transaksi pembayaran, yaitu

mPOS.

Mobile Point Of Sale atau mPOS merupakan fitur teknologi pada smartphone atau perangkat portable lain yang memiliki fungsi sebagai mesin kasir untuk transaksi pembayaran.

Dengan menggunakan mPOS dapat membuat transaksi pembayaran menjadi lebih mudah. Tidak hanya itu, masih banyak manfaat lain yang bisa didapatkan dari penggunaan mPOS ini.

Benyamin Tandiseno, Kasubid Pemeriksa Pajak Konsultasi Keberatan dan Banding pada Bapenda Kabupaten Mimika, mengatakan sejak 2019 sampai sekarang, Bapenda sudah memasang sebanyak 108 unit yang terpasang di 3 objek pajak tersebut.

Tujuan dari alat ini adalah memantau dan memonitoring penggunaan alat perekam transaksi, dengan memantau di lapangan ada masalah atau tidak dalam penggunaannya.

“Jadi dalam hal ini memang perlu pengawasan dan dituntut kesadaran dari wajib pungut dan itulah inti dalam kegiatan kami ini. Kedua, ini sudah ditempatkan di beberapa obyek pajak, seperti pajak restoran termasuk rumah makan yang dilihat potensial, hotel dan tempat hiburan, ” katanya kepada Timika eXpress, Rabu (28/8) saat ditemui di ruang kerjanya.

Kata dia, pengadaan alat ini bekerjasama dengan Bank Papua, pihak vendor dalam hal ini PT PAC, dan ini merupakan program KPK seluruh Indonesia.

Sedangkan Transaction Monitoring Device (TMT) adalah alat perekam transaksi yang dipasang di objek pajak yang sudah mempunyai aplikasi.

Sedangkan untuk mPOS (Point Of Sales) dipasang di objek pajak yang belum ada aplikasi atau bisa disebut sistemnya secara manual.

“mPOS ini intinya pengawasan dan memang harus kesadaran dari wajib pajak dan konsumen yang datang diharapkan untuk setiap pembayaran atau setiap selesai melakukan transaksi seharusnya mereka minta resi dari penyedia produk.

Karena itu merupakan haknya pelanggan dan disitulah wujud kepedulian sumbangsih mereka ke Pemerintah Daerah. Tujuan utama manfaat alat mPOS dan TMT sebetulnya memudahkan Wajib Pajak (WP) untuk melaporkan omzetnya, memudahkan kasir dalam pencatatan atau rekap data sales dan mengurangi kebocoran (Loss Profit), ” jelas dia.

Kalau misalnya lanjutnya, pelaku usaha sudah paham dengan alat ini, memang sangat membantu, biarpun tidak di dekat alat itu. Stand by untuk mengawasi usahanya bisa dari jauh untuk pantau transaksi hariannya.

“Akan tetapi masih banyak yang kita dapatkan di lapangan itu belum sadar dalam penggunaan alat ini, karena mereka anggapannya merugikan mereka padahal kan kita tidak korek omzetnya mereka, yang bayar pajak kan konsumen atau pelanggan.

Mereka cuman perpanjangan tangan dari pemerintah mengumpulkan pajak, setelah terkumpul baru di teruskan ke pemerintah dalam hal ini Bapenda, ” ujarnya.

Penulis : Abi

Editor   : Linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *