Bupati Janji September Honorer Kembali Bekerja

Eltinus Omaleng. FOTO:YOSEF/TIMEX

TIMIKA,TimeX

Nasib honorer Mimika mulai menemui titik terang setelah beberapa bulan belakangan menunggu kejelasan, bahkan janji penandatanganan pada Juli lalu pun belum terealisasi sampai saat ini.

Baca juga : 875 Tenaga Honorer Tidak Lagi Diusulkan

Baca juga : OPD Usulkan 2800 Honorer

Baca juga : Jangan Ada Honorer ‘Siluman’

Baca juga : Pelaksanaan PON Tunggu Keputusan Presiden

Eltinus Omaleng, Bupati Mimika  mengatakan saat ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sedang melakukan pendataan dan penilaian kinerja honorer, setelah seluruh proses tersebut usai barulah pihaknya akan melakukan penandatanganan kembali September mendatang.

“Jadi mana yang dipakai mana yang tidak itu kembalikan kepada kepala OPD, karena yang menilai ini kan mereka (Kepala OPD) masing-masing, sebagian besar sudah OPD kasih ke pak Sekda, setelah tertampung semua baru kita bikin SK,”kata Eltinus Omaleng saat ditemui Timika eXpress di hotel Grand Moza,  Senin (2/8).

Terkait penandatanganan SK kata Bupati akan dilakukan paling lambat pada September mendatang. Alasan dilakukannya penilaian kinerja dan pendataan honorer dikarenakan jumlah honorer yang melimpah.

“Justru karena banyak itu makanya dikurangi, makanya kita kembalikan kepada kepala OPD masing-masing, mana honorer yang biasa rajin, mana yang tidak, karena ada orang-orang yang tidur-tidur saja nah itu yang kita kurangi,”ucapnya.

Bupati menambahkan target honorer yang dibutuhkan Pemkab Mimika sebanyak 1000 honorer.

“Sebenarnya targetnya 1000 sih, tapi kita ambil lebih juga tidak apa-apa yang penting sesuai kebutuhan,” ucapnya.

Bupati menegaskan alasan lain dilakukannya pengurangan karena Pemkab Mimika menilai dengan adanya honorer ASN tidak bekerja dan Kepala Dinas dinilai tidak berani memberikan perintah kepada ASN.

“Jadi kepala dinas itu terima honorer, mereka tidak berani perintahkan yang sudah pegawai negeri, karena lebih mudah perintahkan honorer,” tutupnya.

Sebelumnya, Michael Gomar Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika mengatakan  saat ini pihaknya (Tim TP2D) sudah melakukan validasi data terhadap 3.675 data honorer.

Bahkan, setelah dilakukan validasi jumlah pun berkurang menjadi 3.197 kemudian menyusut menjadi 2.800.

“Data sebanyak 2.800 ini akan disampaikan kepada bupati untuk dilihat kembali dan disepakati berapa banyak kebutuhan yang dibutuhkan Pemda untuk menggunakan tenaga kerja kontrak atau honorer, jadi data tadi (2.800) adalah hasil dari validasi yang dilakukan terhadap usulan dari OPD termasuk distrik dan kelurahan,”kata Michael Gomar.

Penulis : Yosef

Editor : Linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *