Oknum Guru dan Staf Distrik Diduga ‘Sunat’ Dana BST Warga Kokonao

AKP Hermanto. FOTO: MARCEL LELA ONA/TIMEX

TIMIKA,TimeX

Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos bagi warga terdampak pandemi Covid-19 yang disalurkan kepada warga tujuh kampung  di Kokonao, Distrik Mimika Barat, diduga disunat (dipotong-red) oleh oknum guru dan staf distrik setempat.

Baca juga : Kepsek dan TU jadi Tersangka Korupsi Dana Bos SMAN 1 Mimika

Baca juga : Satgas akan Razia Masker dan Kerumunan

Baca juga : Peti Jenazah Termahal Rp16 Juta

Baca juga : Pembayaran Semua Pajak Kini Melalui Bank Mandiri

Dugaan korupsi dana BST ini mulai terkuak setelah tim Tipikor Polres Mimika melakukan penyelidikan dan pemeriksaan juga mengumpulkan sampel berupa tanda tangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari sejumlah warga tujuh kampung di Kokonao sejak Minggu (18/7) lalu.

“Tim kami sudah kembali dari Kokonao, dan dari hasil penyelidikan terungkap kalau dana BST yang diperuntukan bagi warga tujuh kampung di Kokonao tidak tepat sasaran atau disalahgunakan”.

Demikian diungkapkan AKP Hermanto, Kasat Reskrim Polres Mimika kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Senin (26/7).

Mirisnya, ada oknum guru dan staf distrik di wilayah setempat juga terdata sebagai KPM dana BST.

“Ada oknum guru dan staf distrik terima BST bervariasi kisaran Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, sementara warga hanya terima puluhan ribu.  Ini jelas tidak sesuai regulasi pendistribusianya, apalagi tidak ada sosialisasi sehingga penyalurannya tidak tepat sasaran dan tidak transparan, apalagi warga sebagai penerima manfaat tidak pernah diajak musyawarah kalau ada pemotongan,” teranngya.

Dari laporan tim, lanjut Hermanto, adanya pemotongan BST dari hasil pemeriksaan, contohnya yang terdata ada 10 KK (Kepala Keluarga), tapi BST yang   disalurkan hanya menyasar sebagian KK, sisanya dipakai oleh oknum-oknum tersebut.

“Ini menunjukan kalau ada oknum aparatur disinyalir tidak menyalurkan sesuai data yang diberikan dari pihak Kantor Pos Timika,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan terkait sinyalemen pemotongan dana BST, tim Tipikor Polres Mimika selanjutnya akan berkoordinasikan dengan pihak Dinas Sosial (Dinsos) Mimika untuk pembuktiannya.

Seperti disampaikan sebelumnya, dalam pengungkapan dugaan penyelewengan dana BST, alur penyelidikannya sistem ‘obat nyamuk’.

“Kita belum ambil keterangan dari para kepala kampung dan kepala distrik. Kita baru minta keterangan dari sebagian warga yang diperkuat dengan bukti tanda  tangan KPM. Dari bukti tanda tangan itu ada oknum guru dan staf distrik juga terima,” ungkapnya.

Adapun penyelidikan akan dilakukan secara berjenjang, setelah warga, menyusul para kepala kampung dan kepala distrik, kemudian pihak Kantor Pos dan Dinsos Mimika hingga ke Kementrian Sosial (Kemensos).

Penulis : Marsel

Editor : Maurits

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *