RSMM Kekurangan 50 Tabung Oksigen Setiap Hari

Spread the love

Doktor Leonardus Tumuka. Foto: .Dok./TimeX

TIMIKA,TimeX

Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) kini memiliki alat produksi oksigen sendiri. Namun kemampuan produksi harian maksimal 14 tabung. Sedangkan kebutuhan harian selama masa pandemi mencapai 64 tabung, sehingga kekurangan oksigen mencapai 50 tabung setiap hari.

Baca juga : RSMM Kekurangan 50 Tabung Oksigen Setiap Hari

Baca juga : RSMM Layani 20.000 OAP Peserta BPJS Kesehatan

Baca juga : Ketersediaan Tempat Tidur di RSUD Kurang dari 50 Persen

Doktor Leonardus Tumuka, Ketua Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP), Kamis (22/7) mengungkapkan, kebutuhan oksigen pada hari-hari biasa hanya 24 tabung. Namun masa pandemi saat ini menyebabkan kebutuhan oksigen meningkat secara signifikan.

“Kebutuhan oksigen saat ini menipis padahal jumlah kasus pasien Covid-19 terus meningkat yang mengakibatkan kebutuhan akan oksigen juga meningkat,” katanya.

Kata dia, krisis oksigen ini tidak hanya dialami oleh RSMM namun RSUD dan Rumah Sakit Milik PTFI.

Ia mengungkap, pihaknya bersyukur dan berterima kasih karena ada pasokan konsentrat oksigen dari pihak PTFI, baik di RSMM maupun di RSUD. Sehingga bisa membantu rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa.

Meski tidak menyebut kapasitas oksigen, namun ujarnya enam liter permenit bisa untuk satu pasien diselamatkan.

Meski kekurangan oksigen, pelayanan kesehatan kepada pasien umum tetap berjalan.

“Tentunya, untuk saat ini kita masih fokus dipenanganan Covid. Kita juga konsen kepada pelayanan kesehatan terutama penyakit di luar Covid. Kita tidak abaikan penyakit lain selain Covid,” tuturnya.

Sebelumnya ia menyampaikan RSMM merawat 24 pasien Covid yang didominasi tenaga kesehatan (Nakes). Sehingga ia mengharapkan masyarakat turut mendukung upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19, dan tidak melakukan aktivitas berkurumum seperti judi king, togel dan penyakit masyarakat lainnya.

“Saya juga sudah sampaikan kepada lembaga adat Lemasko dan Lemasa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat termasuk dengan adanya media  kita butuh dukungan dedominasi gereja bersama agama lain untuk menyampaikan kepada masyarakat tolong jaga perawat kita, tenaga kesehatan kita karena mereka juga butuh dukungan kita,” harapnya.

Sementara saat ini terdata secara umum sekitar 380 karyawan di RSMM dan sekitar 200 tenaga perawat. Sedangkan yang menangani Covid tidak banyak.

“Karena tidak semua diarahkan untuk Covid hanya yang siap saja. Pelayan umum tetap berjalan,” lanjutnya.

Sehingga ia berharap masyarakat juga mematuhi protocol kesehatan, dengan mendatangi rumah sakit tetap menerapkan protocol kesehatan.

“Kemana-mana menggunakan masker. Jangan bilang saya Papua jadi tidak bisa kena, tidak ada itu semua pasti kena,” pesannya.

Ia juga meminta kepada pemerintah untuk terlebih dahulu memastikan screening  bagi mereka yang akan divaksin.

“Screening dengan benar, supaya jangan sampai ada saudara-saudara kita yang ada penyakit bawaan tapi melindungi diri dari kesehatannya sehingga tidak kena Covid justru menjadi korban. Ini tidak boleh,” harapnya.

Termasuk keterbukaan orang yang akan divaksin. Screening dulu kesehatannya sendiri supaya dipastikan riwayat kesehatannya bila perlu hasil MCU jadi bukti.

Penulis : Echie

Editor : Linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *