Polisi Tangkap Pasutri Pengedar Narkoba

TANGKAP – Pasangan Suami Isteri (Pasutri) yang ditangkap polisi pada Kamis (22/7).. FOTO: IST/TIMEX

TIMIKA,TimeX

Kasus peredaran narkotika di Mimika terus marak dan kian mengkhawatirkan.

Ini setelah tim Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Mimika kembali meringkus dua oknum warga yang mengaku membeli narkotika jenis sabu dari Pasangan Suami Isteri (Pasutri) di wilayah hukum setempat pada Kamis (22/7).

Baca juga : Oknum Wartawan dan Satu Warga Sipil Ditangkap Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Baca juga : Mimika, Satu dari 45 Kabupaten yang Terapkan PPKM Level IV

Baca juga : Kepsek dan TU jadi Tersangka Korupsi Dana Bos SMAN 1 Mimika

AKP Mansur Kasat Narkoba Polres Mimika kepada Timika eXpress, Sabtu (24/7) mengabarkan, pengungkapan tindak pidana narkotika jenis sabu, sebagaimana ketentuan Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika ini dilakukan di dua lokasi berbeda.

“Jadi keempat pelaku ada sepasang suami isteri yang sudah kami tetapkan sebagai tersangka ini merupakan pengedar sabu-sabu,” ungkap AKP Mansur.

Penangkapan dua warga di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di belakang Lapangan Djayanti Timika pada pukul 17:30 WIT, menyusul ditangkapnya Pasutri di Jalan Kartini pada Kamis (22/7) sekira pukul 18:00  WIT oleh petugas berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat.

Yang dibekuk pertama adalah Amurudin alias Roy (44), warga Kompleks Biak, Gorong-Gorong.

Selanjutnya petugas mengamankan Jasmawati alias Jasma (36) di belakang Lapangan Djayanti, Yos Sudarso.

Sedangkan Pasutri, Armin Djaya alias Armin (50) dan Rahma Ramli alias Uya (32) dibekuk di kediamannya di Jalan Kartini.

Adapun saksi-saksi dalam pengungkapan keempat warga sipil tersangkut narkotika, yaitu Dedy Nugroho (Polri), Syamsul Basri (Polri) dan Babaria, seorang pengurus rumah tangga yang tinggal di Jalan Kartini.

Dari penangkapan Amirudin dan Jasmawati di lokasi kejadian pertama, diantaranya  1 unit HP merek nokia warna putih dengan sim card nomor 08239953202, uang tunai Rp 550 ribu hasil penjualan sabu, satu keping kartu ATM BRI atas nama Amurudin. Diamankan pula sebuah HP merek Oppo A15 warna putih dengan dengan nompr telepon 082334452266.

Sedangkan di lokasi kedua, dari tangan Armin dan Uya, petugas mengamankan barang bukti berupa 3 plastik bening ukuran kecil berisi serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu.

Lainnya, 1 unit HP merek Realmi warna hitam dengan nomor 082199014616, 1 unit HP merk oppo A3C warna cream dengan nomor 085240811290, juga uang tunai Rp 4 juta hasil penjualan sabu.

Diamankan pula 2  lembar slip bukti transfer BRI Link, 1 keping ATM BRI atas nama Rahmi Ramli, serta 2  buah kaca pirex dan sebuah tas kecil warna biru.

Adapun kronologi kejadiannya kata Mansur, pada Kamis lalu sekira pukul 17.00 WIT, tim Opsnal mendapat informasi dari masyarakat kalau di belakang Lapangan Djayanti, bilangan Yos Sudarso diduga ada oknum warga yang menjual narkotika jenis sabu.

Atas informasi tersebut, tim Opsnal bersama anggot piket Satres Narkoba Polres Mimika bergegas melakukan pemantauan.

Alhasil, profil sasaran ditemukan dan sekira pukul 17.30 WIT langsung dilakukan penangkapan terhadap Amirudin dan Jasmawati.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan didapati barang bukti hasil penjualan narkotika jenis sabu serta bukti petunjuk lainnya sehingga keduanya diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dari pengembangan penyelidikan terhadap Amurudin dan Jasmawati, keduanya mengaku memperjualbelikan narkotika jenis sabu yang diperoleh dari Armin.

“Amirudin dan Jasmawati ini mengaku sebagai pengedar atau penjual sabu dengan harga bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp 1,5 juta per paket. Mereka juga mengaku sabu nya didatangkan dari Makassar,” jelasnya.

Hanya berselang setengah jam, tim terus menuju ke kediaman Armin di Jalan Kartini.

Dilokasi tersebut petugas melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti 3 plastik bening ukuran kecil berisi serbuk kristal diduga Narkotika jenis sabu ini disimpan dalam tas kecil warna biru di kamar Amir beserta barang bukti lainnya.

“Tersangka dan barang bukti saat itu juga langsung digiring ke kantor Satres Narkoba guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” katanya menambahkan proses penangkapan kedua Pasuteri berjalan lancar tanpa perlawanan.

Para tersangka pun telah ditahan di Rutan Polres Mimika Mile 32.

Adapun para tersangka dalam kasus ini dijerat pasal berlapir, yaitu Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 132 ayat (1)  UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dimana proses lanjut adalah melengkapi administrasi penyidikan, termasuk menimbang barang bukti sabu ke Kantor Pegadaian, selanjutnya di kirim ke Labfor Polda Papua untuk diteliti.

Penulis : Marsel/Abi

Editor : Maurits

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *