Loading

wait a moment

Gandeng BUMN, Trifena Sosialisasi Akses Layanan Keuangan bagi UMKM

FOTO BERSAMA- Budi Indra, Pimpinan Usaha Mikro Pegadaian Timika foto bersama Grace dan para peserta sosialisasi sosialisasi program integrasi ekosistem ultra mikro di provinsi Papua yang dilaksanakan di Timika, Jumat (4/6). FOTO: ABI SUZA HUTGALUNG/TimeX

TIMIKA,TimeX

Dalam rangka meningkatkan akses layanan keuangan untuk segmen ultra mikro, Pemerintah akan membentuk ekosistem finansial untuk segmen Ultra Mikro (UM), melalui Sinergi Ekosistem Sektor Ultra Mikro dari 3 perusahaan BUMN yakni BRI, Pegadaian dan PNM.

Baca juga : 96 Anak Terima Komuni Pertama

Baca juga : Ciptakan Pemilu Demokratis, Bawaslu Gandeng Kelompok Cipayung

Terkait dengan itu, Trifena M. Tinal. BSC, anggota DPR-RI Dapil Papua, melakukan sosialisasi program integrasi ekosistem ultra mikro di provinsi Papua yang dilaksanakan di Timika, Jumat (4/6).

Acara dibuka Trifena M Tinal, secara virtual, dan dihadiri lebih dari 100 pelaku usaha mikro dan ultra mikro di Timika dari berbagai sektor, mulai dari perajut noken, peternak, serta pedagang sayuran, termasuk nelayan dari pesisir Pomako.

Trifena dalam arahannya mengatakan, salah satu masalah yang terpantau selama ini di sektor ultra mikro adalah para pelaku ultra mikro sulit untuk naik kelas, karena tidak memiliki keleluasaan untuk mendapatkan pembiayaan dari mayoritas institusi keuangan formal.

Dari 57 juta pengusaha ultra mikro yang ada di indonesia, baru 20 persen yang saat ini dilayani oleh institusi keuangan formal.

Untuk itu, sinergi ekosistem tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional terutama bagi pelaku usaha ultra mikro dan UMKM Ekosistem UMi dapat memberikan akses kredit secara komprehensif antara lain, Pinjaman individu berbasis fidusia, Pinjaman gadai, Pinjaman berbasis kelompok dan Pembiayaan berbasis transaksi.

Ekosistem UMi juga akan memberikan akses simpanan, pembayaran, dan investasi kepada setiap nasabah.

Sementara itu,  Fidelis Pirade, Asisten Manager bisnis mikro, BRI Cabang Timika, turut hadir bersama Pegadaian dan PNM, memaparkan produk – produk yang bermanfaat bagi pelaku usaha mikro.

Salah satunya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditujukan bagi para pelaku usaha. Pemenuhan syarat mengambil KUR cukup sederhana, salah satunya usaha sudah berjalan minimal enam bulan atau belum enam bulan tetapi usaha itu benar-benar ada berdasarkan hasil survei dari petugas bank.

Dijelaskan, KUR adalah kredit atau pembiayaan modal kerja atau investasi kepada debitur perseorangan, maupun badan usaha atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan.

Karena itu, UMKM yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain, pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam. Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung.

“Kalau usahanya baru mau dimulai, nanti ibu-ibu akan lebih dulu mendapat pendampingan dari petugas, bagaimana bisa mengakses bank. Sedangkan syarat administrasi paling ya KTP, KK, dan keterangan akta nikah,” terangnya.

Sedangkan Budi Indra, Pimpinan Usaha Mikro Pegadaian Timika yang juga menjadi salah satu narasumber mengatakan, PT Pegadaian juga terus membantu perkembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang belum pernah mendapatkan fasilitas kredit dari perbankan (unbankable) melalui KUR.

Dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan Usaha Ultra Mikro dan UMKM, PT Pegadaian (Persero) memberikan fasilitas berupa pembiayaan dalam produk Kreasi UMi yang berbasis fidusia, serta KCA-Rahn UMi yang berbasis gadai.

Dari pantauan media, para peserta sangat antusias. Saat sesi tanya jawab, sejumlah mama-mama mengaku sangat senang, lantaran selama ini sangat sulit meningkatkan usaha karena terkendala modal.

Melalui sosialisasi ini, peserta mengetahui kemudahan dalam memperoleh tambahan modal.

Marthina, perajut noken, mengatakan, selama ini sulit untuk meningkatkan kualitas noken karena tidak memiliki modal.

Sementata tuntutan pasar adalah kualitas dan variasi atau ragam pilihan noken.

“Kami berterimakasih  kepada ibu Trifena dan kepada bank dan pegadaian. Kami harap setelah ini kami benar-benar bisa lebih maju dan meningkatkan ekonomi kelurga,” katanya.

Di tempat yang sama Agustina Yatanea, juga memberian apresiasi kepada BUMN dan ANggota DPR-RI, asal Mimika, Trifena M Tinal, atas sosisilisasi tersebut.

Menurutnya ini adalah hal baik yang dilakukan karena memang selama ini masyarakat kesulitan dalam peningkatan usahanya lantaran terbentur dengan modal. Masyarakat juga tidak banyak yang tahu bagaimana mengakses modal ke perbankar karena berbagai keterbatasan termasuk agunan.

“Ternyata walau tanpa agunan kita bisa mendapat kredit yang bunganya rendah,” imbuhnya.

Penulis : Abi

Editor : Linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *