Loading

wait a moment

Antisipasi Tidak Ada Penonton, Pesparawi Ditayangkan Secara Live Streaming

Johannes Rettob. Foto : Rina/TimeX

TIMIKA,TimeX

Guna mengantisipasi tidak adanya penonton, pada pelaksanaan Pesparawi XIII se tanah Papua pada 30 Oktober – 6 November mendatang maka panitia akan menayangkan Pesparawi secara live streaming.

Baca juga : 96 Anak Terima Komuni Pertama

Baca juga : World Environment Day, Freeport dan Pemkab Tanam 1000 Pohon

Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika mengatakan saat ini masih masa pandemi Covid-19 sehingga proses pelaksanaan Pesparawi ini adalah dengan manajemen protokol kesehatan. Manajemen prokes, yaitu peserta datang, masuk ke tempat tinggal, masuk ke tempat lomba hingga pulang ke tempat asal harus diperiksa kesehatan.

“Jadi, ini prosedur yang kita lakukan selama mereka tinggal di sini dan tidak boleh ada penyakit atau bahkan terinfeksi Covid-19,” jelas Johannes kepada Timika eXpress di Hotel Horison Diana, Jumat (4/6).

Dikatakannya, sekarang ini dalam pemikirannya, Pesparawi jika diadakan dengan tidak ada penonton. Jadi semua prosesnya, kalau ada penonton tentu siap. Tapi kalau misalnya tidak ada penonton maka pihaknya sudah siap juga. Sehingga dilakukan live streaming. Jadi semua dilakukan live streaming dengan lima chanel saluran yang telah dibuat.

Pasalnya, ada empat lokasi pertandingan yang digunakan yaitu di Futsal, Biliard, Gereja SP 2 Dispora dan Gereja Kingmi di 32. Sekarang sistemnya kita anggap, kita live steaming. Dari setiap tempat ini akan menyiarkan secara langsung. Ada satu chanel khusus.

“Jadi, dia menghubungkan dengan semua tempat ini. Kita juga menggunakan reporter dan menggunakan studio. Di studio itu kita gunakan untuk  terhubung dengan semua venue yang sedang melakukan lomba,”terangnya.

Misalnya, kata John, paduan suara dewasa campuran. Kemudian berpindah ke venue yang lainnya sehingga dia bervariasi. Jadi ada lima chanel yang digunakan untuk live streaming. Live streaming ini bukan hanya melalui Handphone tetapi bisa juga disalurkan dengan tv kabel di Mimika.

“Jadi semua TV kabel di Mimika bisa mengikuti siaran Pesparawi secara langsung. Bisa melalui Handpone, android dan bisa juga melalui TV kabel,” katanya.

Sehingga masyarakat bisa memilih nonton yang mana.

“Apabila diputuskan tidak ada penonton. Jadi itu sebagai acuan kita kita minta izin apabila kita lakukan Pesparawi maka prokesnya seperti ini. Jadi saat ini yang kita lakukan untuk meminta izin itu bagaimana kita mengatur dari awal sampai akhir, begitu pesertanya datang kemudian dibawa ke tempat akomodasi selanjutnya sesuai jadwal dibawa ke venue pertandingan sesudah itu di tambil. Setelah dia tampil dia selesai pulang naik bus dan kembali ke daerahnya. Jangan tinggal lagi disini tetapi harus pulang,” ujarnya.

John mengatakan, tentunya ada pembukaan Pesparawi namun tidak seperti rencana awal tetapi semua dengan prokes Covid-19.

Dikatakannya, panitia terdiri dari banyak bidang. Dan kini sudah sampai pada proses satu managemen. Satu manajemen ini artinya semua bidang ini harus dikoordinir supaya saling mengingatkan.

“Sudah sampai teknik banget,” katanya.

Lanjutnya, Juli akan dilakukan pelatihan untuk Liaison Officer (LO) kemudian 9 Juni nanti akan ada pertemuan terkahir dengan pra teknikal meeting untuk seluruh kontingan Papua.

Kemudian, pada saat itu diharapkan data peserta dari semua daerah ini bisa masuk. “Hanya saja, semua daerah ini mereka masih ganti pasang pemain, ganti penyanyi, ganti pelatih dan lain lainnya. Sehingga kita belum dapat daftar pasti siapa-siapa yang datang. Kecuali hanya satu yang benar-benar sudah final yaitu Asmat. Kalau yang lain masih belum,”jelasnya.

Katanya, ada peserta yang datang lengkap dengan 12 kategori dengan peserta maksimal kurang lebih 270 peserta. Paling besar adalah Asmat. Biak juga sudah pasti. Karena merupakan pemegang juara umum. Tetapi ada kabupaten yang sedikit sekali datang yaitu Kabupaten Mappi dengan jumlah 47 peserta yang hadir disini.

Dan yang sudah pasti menghadirkan Pesparawi disini, dari 29 Kabupaten/Kota hanya 23 kabupaten.

Karena 6 kabupaten yang ada di pegunungan sudah menyatakan sikap bahwa mereka tidak ikut. Hal ini karena, persoalan Covid-19 yang mebuat warga setempat ragu. Karena mereka datang dari zona hijau terus masuk ke Mimika yang zona merah dan mereka agak takut datang. Itulah yang membuat mereka tidak datang. Tapi secara umum pihaknya sudah sampai manajemen satu pintu.

“Jadi, bagaimana membuat pelaksanaan Pesparawi ini dengan satu pintu. Untuk lomba sudah clear, semua kita menggunakan cirkot. Jadi semua peserta datang dengan menggunakan cirkot. Kita berharap data peserta itu sudah oke. Kemudian tanggal 9,10 & 11 Agustus peserta ada di sini (Mimika) dan mereka pulang dengan membawa tanda pengenal peserta yang dilengkapi dengan cirkot sehingga waktu mereka datang mereka tinggal mendaftar ulang sebagai peserta,” ujarnya.

Diakuinya, dari panitia Pesparawi juga sudah menggunakan sistem digitalisasi. Pendaftaran peserta baik juga ke semua daerah-daerah untuk mengisi apa yang diisi mereka disana dan akan masuk di sistem di sekretariat dan masuk ke dalam sistem cirkot. Begitu dia datang sudah bisa masuk karena dia sudah dapatkan kartu peserta.

“Kita harapkan secepatnya karena kita membatasi bahwa pendaftaran peserta terakhir dilakukan di bulan Agustus. September dan Oktober persiapan finalisasi, tidak boleh ada peserta baru yang masuk, tidak ada lagi yang daftar atau yang berubah,” ujarnya.

John mengatakan, jika dihitung peserta maksimalnya sekitar 2500 peserta. Tapi pihaknya belum tahu kabupaten-kabupaten yang mengirim peserta. Oleh karena itu, pihaknya anggap semua orang ini dengan peserta maksimal. Misalnya kontingen Kabupaten Jayapura. Ikut paduan suara dewasa campuran. Dimana, untuk paduan suara dewasa campuran ini jumlah peserta minimalnya 30 orang dan peserta maksimalnya 45 termasuk dirigen. Artinya, bahwa yang sekarang ini yang dihitung ada 45 orang tapi yang datang dengan 30 atau 35 berarti akan berkurang. Begitupun dengan kategori dan mata lomba yang lain.

“Jadi hitungan kita maksimal. Tapi kita tidak tahu data terakhir yang mereka kasih kepada kita. Itu yang kita harap,” pungkasnya.

Penulis : Rina

Editor : Linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *