Loading

wait a moment

96 Anak Terima Komuni Pertama

FOTO BERSAMA – 96 anak foto bersama RP Maximus Dora, OFM, Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan usai misa menerima komuni pertama, Minggu (6/6). FOTO: Antonius Djuma/TIMEX

TIMIKA,TimeX

Suasana gembira menyelimuti hati dan perasaan 96 anak umat Katolik Paroki Santo Stefanus Sempan. Perasaan gembira ini juga turut dirasakan oleh kedua orangtua mereka, karena mengantar putera-puterinya ke altar Tuhan untuk menerima tubuh dan darah Kristus (komuni pertama) dalam perayaan ekaristi kudus bertepatan di Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Minggu (6/6).

Baca juga : Umat Katolik Rayakan Misa Kamis Putih, Di Gereja St. Stefanus Sempan Enam Pasutri Saling Membasuh Kaki

Baca juga : Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Bintang Lima

Perayaan penuh meriah pada misa ketiga mulai pukul 09.00 WIT dipimpin oleh RP Maximus Dora, OFM, Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan. Selama perayaan misa tetap menaati protokol kesehatan.

FOTO BERSAMA – 96 anak foto bersama RP Maximus Dora, OFM, Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan usai misa menerima komuni pertama, Minggu (6/6). Sr. Yulita PRR saat memandu anak-anak mengambil tempat untuk foto bersama. FOTO: Antonius Djuma/TIMEX

Sebelum mulai misa kudus, puluhan anak mengenakan pakaian putih-putih sambil memegang lilin bernyala berarak masuk dari halaman pastoran menuju pintu gereja.

Anak-anak ini diperkenankan dan layak menerima tubuh dan darah Kristus, setelah menjalani masa persiapan dan pembinaan oleh Sr. Yulita, PRR bersama dua pembina lainnya selama beberapa bulan.

RP Maximus dalam khotbah menekankan salah satu tema paling menonjol pada hari Minggu ini adalah peran dari hewan kurban yang disiramkan ke atas mesbah. Sebuah ungkapan perjanjian antara Allah dan umat Israel.

“Perjanjian semacam ini juga mengingatkan kita semua pada tindakan penebusan Kristus serta pada waktu perjamuan malam terakhir, Yesus mengungkapkan hal yang sama ketika mengambil cawan mengucap syukur dan memberikan pada para murid-Nya,” katanya.

Hal tersebut jelas mau menggambarkan kematian-Nya sebagai korban penebusan dosa bagi banyak orang. Yesus memberikan diri-Nya, tubuh dan darah-Nya sebagai korban penebus dosa guna menyelamatkan manusia, maka hari raya Tubuh dan Darah Kristus tersebut, umat merayakan kasih Kristus yang tak terbandingi dengan perayaan  lain yang bersifat duniawi.

“Saya mengajak anak-anak yang hari ini menyambut tubuh dan darah Kristus agar sepenuhnya hidup bersama Kristus,” ajaknya.

Kesempatan itu, ia mengatakan ada sebagian umat mempunyai pemahaman yang salah tentang ekaristi atau dengan kata lain error personal perayaan ekaristi.

“Banyak yang salah paham tentang misa, dan ini kesalahan yang sangat fatal. Misalnya barangkali kita bertepuk tangan setelah kotbah yang bagus, paduan suara yang indah atau dekorasi yang bagus. Mereka suka ke gereja karena di sana mereka boleh menikmati suasana gereja yang menarik, seperti gerejanya indah atau kotbahnya bagus. Kalau pemahaman seperti ini, namanya error personal atau kesalahan yang fatal,” ungkapnya.

Menurutnya,  misa bukanlah tentang diri sendiri, misa bukan soal sikap dan bisa menghibur serta mendapat sesuatu dari misa namun misa tersebut pertama-tama tentang Tuhan.

“Misa tidak pernah tentang kita, misa tidak pernah tentang diri sendiri, ini semua tentang Tuhan. Kita yang datang mengikuti misa atau perayaan ekaristi adalah menyembah dan memuji kebesaran Tuhan,” tegasnya.

Ia menambahkan tidak ada yang lain dalam misa, selain hanya menyembah dan memuji Tuhan, karena liturgi atau ekaristi adalah tentang menyembah Tuhan, memuliakan Tuhan dan mengagungkan kebesaran Tuhan.

Penulis : Yosef

Editor : Anton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *