SMPN 2 Bakal Terima Murid Baru Kurang dari 1000

Mathius Sedan. Foto: Indri/TimeX

TIMIKA,TimeX

Pada tahun ajaran baru 2021/2022, SMP Negeri 2 Mimika bakal terima murid baru kurang dari 1000 orang.

Baca juga : Lima Bulan, Realisasi PAD Mencapai Rp1 Triliun Lebih

“Siswa kita di sini sudah berkurang, karena kita sudah dibatasi dengan jumlah kelas. Siswa kami tinggal 1.118. Kemugkinan nanti tidak sampai 1000 lebih, karena tahun ajaran baru kita hanya terima sembilan kelas saja,” jelas Mathius Sedan, Kepala SMP N 2 Mimika kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Kamis (27/5).

Mathius menjelaskan kelas 7, 8, 9 dan 10 nanti hanya tinggal 29 kelas saja, sedangkan selama ini setiap tingkatan kurag lebih 40 kelas.

Menurutnya, pengurangan ini sesuai aturan dari Menteri Pendidikan, bahwa saat tahun ajaran baru penerimaan murid baru harus berdasarkan zonasi tempat tinggal siswa itu sendiri.

“Jadi saat penerimaan nanti kita akan lebih teliti, para orangtua yang ingin mendaftarkan anaknya wajib membawa Kartu Keluarga, tujuan agar kita bisa mastikan lokasi tempat tinggal  siswa,” katanya.

Namun selain diterapkan zonasi tempat tinggal saat pendaftaran siswa baru, sekolah juga memberlakukan jalur prestasi kuota bagi siswa orang Asli Papua.

“Jadi zona tempat tinggal kita tetapkan 50 persen, jalur prestasi 15 persen, siswa OAP kuotanya 15 persen dan perpindahan lima persen,” terang Marthen.

Dikatakan, sebagai sekolah unggulan tentu saja aturan tersebut cukup membuat para orangtua menjadi resah. Namun apalah dikata pemberlakuan zonasi ini berdasarkan aturan Menteri Pendidikan.

“Ke depan kami akan terus melakukan pembenahan bagi sekolah kami. Saat ini kami sudah memiliki kurang lebih 200 unit komputer untuk menunjang pembelajaran anak tinggal penataannya lagi,” tuturnya.

Ia menambahkan di dalam ruangan lab komputer telah diberikan sekat agar masing-masing anak saat menggunakan komputer dapat lebih nyaman.

“Kami juga sudah mengantisipasi jika bulan Juni sudah diterapkan sekolah tatap muka secara serentak, pihak sekolah sudah menyiapkan protokol kesehatan, pengecekan suhu tetap dijalankan. Bahkan sekolah sudah membentuk tim Covid-19, tujuannya untuk mengawasi para siswa yang tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker,” pungkasnya.

Penulis : Indri

Editor : Anton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *