Peternak OAP Sanggupi 30 Ton Ayam Potong Saat PON

Spread the love

Ilustrasi

TIMIKA,TimeX

Peternak ayam pedaging (ayam potong) di Timika saat ini makin banyak dilakoni masyarakat, khususnya peternak Orang Asli Papua (OAP), baik yang dibina oleh Dinas Peternakan maupun peternak mandiri.

Baca juga : Anggota yang Gugur dan Terluka Baku Tembak dengan KKB Naik Pangkat

George Awon kepada Timika eXpres mengatakan, pihaknya bahkan menyanggupi setidaknya 30 ton ayam potong saat pelaksanaan Pekan Olahrga Nasional (PON) Oktober mendatang.

Pasalnya, ia dapat menghasilkan sekitar 3000 ekor ayam dalam sebulan.
“Satu peternak bisa menghasilkan kurang lebih 3000 ayam potong perbulan, jadi, saya katakan kami yakin, bisa menyediakan ayam potong untuk kebutuhan PON,” ujarnya.

Dengan demikian, ia berharap pemerintah tidak terlalu memasok ayam dari luar daerah.
Kata dia, ayam potong ini tidak terlalu sulit dikebangkan hanya 28 hari sudah bisa dipanen, terhitung dari usia DOC.

Ditemui Timika eXpres, di lokasi depan SMP Negeri 2 Jalan Budi Utomo, Selasa (27/4) ia mengatakan, untuk idul fitri tahun ini pun peternak sudah siapkan stok ayam potong, karena diperkirakan, permintaan ayam akan naik dibading dari hari biasanya.

“Kwalitas ayam kamipun sangat baik, dibanadingkan dengan yang dipasok dari luar,” tegasnya.

Namun karena batal, akhirnya semua ayam potong didistribuskan ke masyarakat/ pedagang hingga ke supermarket.

“Kami juga bekerja sama dengan pengusaha, untuk penyimpanan ayam potong, kami rencana juga akan melakukan sosialiasi kepada masyarakat yang berminat terhadap usaha pengembangan ayam potong,” katanya.

Lanjut George,untuk itu, dirinya berharap adanya dukungan dari Pemerintah Daerah, terhadap para peternaka ayam potong OAP.

“Kami minta dukungan saja dari pemerintah, agar usaha ayam potong kami ini bisa terus berkembang, dan bisa menciptakan peternak baru, karena untuk beternak ayam potong jauh lebih mudah ketimbang ayam petelur,” ungkapnya.

Harga untuk 100 ekor DOC hanya bermodal 1 juta rupiah, sedangkan untuk penyediaan kandang, tidak terlau membutuhkan lahan yang besar.

“Kalau DOC kita hanya siapkan kandang khusus dan lampu agar suhu tetap hangat, jika sudah mulai besar barulah dilepas didalam kandang . yang terpenting kita sediakan suplemen dan hanya ditetsekan di air minum saja, kontrol makanannya, ilmu ini kami rencana akan bagikan juga kepada saudara-saudara kita, agar mereka juga bisa seperti peternak-peternak non OAP,” pungkasnya.

Penulis : Indri

Editor : Linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *