Karaka Mimika Kini Dinikmati Dunia

Spread the love

GUNTING PITA: Klemen Tinal, SE MM, Wagub Provinsi Papua saat gunting pita lounching ekspor Karaka, Senin (29/3). FOTO: YOSEF/TIMEX.

TIMIKA,TimeX

Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi ekonomi nasional. Namun kehidupan ekonomi secara nasional dalam konteks Papua, tidak begitu defisit dan tidak mengalami inflasi yang tinggi.

Baca juga : Empat Pilar Kebangsaan Harus Terpatri di Masyarakat

Klemen Tinal, SE MM, Wakil Gubernur Papua, saat meresmikan ekspor 750 kilo gram Karaka ke Malaisya mengatakan, kondisi ini membuat masyarakat di Papua merasa biasa saja ketika terjadi kenaikan harga

karena sejak dulu sudah biasa susah. Dan disitulah orang Papua jadi kuat dan mampu berdiri diatas kakinya sendiri dengan segala hal yang dimiliki.

Dikatakan, Karaka Mimika, yang dulunya hanya dikonsumsi oleh masyarakat lokal di Papua, kini sudah dinikmati dunia diantaranya Malaysia, Jepang China dan lainnya.

“Artinya produk yang sama dari hasil daerah yang sama hari ini (kemarin, red) naik kelasnya, bukan lagi milik Kabupaten Mimika melainkan milik internasional,” kata Klemen Tinal, saat membuka launching ekspor Karaka di Hanggar bandara Moses Kilangin, Senin (29/3), yang dilaksanakan oleh Pemda Mimika bersama Bank Indonesia (BI), Senin (29/3).

Ia menambahkan, terkait pelabuhan harus diperluas supaya tidak terjadi antrian saat bongkar muat antara orang dengan barang, dan dipisah sehingga harga barang juga turun dan masyarakat Mimika bisa menikmati harga yang lebih rendah.

Untuk diketahui, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika bersama Bank Indonesia(BI) menggelar kegiatan Peningkatan ekspor komoditas perikanan provinsi Papua di Kabupaten Mimika dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional(PEN) tahun 2021, di Hanggar bandara Moses Kilangin, Senin(29/3).

Kegiatan tersebut mulai sekitar pukul 13.15 WIT setelah menjemput kedatangan Klemen Tinal Wakil Gubernur Provinsi Papua beserta Rombongan oleh Johannes Rettob wakil bupati Mimika dengan tarian seka dan pengalungan noken.

Johannes Rettob dalam sambutannya mengatakan Inti dari kegiatan tersebut adalah pemulihan ekonomi di Indonesia, khusunya di Mimika. Ia juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran Klemen Tinal, Wagub provinsi Papua dalam kegiatan tersebut.

“Jadi kita mempunyai komitmen yang besar yaitu untuk memulihkan perekonomian kita sesudah jatuh dari wabah Covid ini. sehingga kita lakukan peningkatan Lounching, eksport di Kabupaten Mimika yang sebenarnya sudah melakukan ekspor ini sudah dari tahun 2016. Namun dengan aturan yang ditetapkan oleh karantina dan belum kami belum siap, sehingga sempat stop,” kata Johannes Rettob.

Akan tetapi pada November tahun 2019, Pemda Mimika melakukan ekspor kembali ke Singapura dan Malaysia diterbangkan dengan Garuda.

Ia menambahkan, hari ini sekitar 750 kilogram Karaka yang akan dikirim ke Kuala Lumpur, Malaysia yang mana launching dilakukan oleh Klemen Tinal Wakil Gubernur Provinsi Papua yang ditandai dengan pengguntingan pita.

Sedangkan Naek Tigor Sinaga perwakilan BI Provinsi Papua dalam sambutannya mengatakan Papua sangat luar biasa dengan potensinya yang perlu dikembangkan hampir satu setengah juta ton potensi perikanan laut, dan sekitar 260.000 ton perikanan darat dengan salah satu moto penggerak adalah kabupaten Mimika.

“Berdasarkan laporan yang telah kami kumpulkan, terjadi peningkatan produksi perikanan di Sentra Kelautan dan Perikanan terpadu di Kabupaten Mimika dari Rp 17.000 pada tahun 2017 menjadi Rp 60.000 pada tahun 2020. Tadi ada dorongan dari berbagai pihak dari bea cukai dan dari Balai Karantina dan semua pihak yang hadir bahwa pada tahun 2018 ekspor yang berasal dari Papua itu bisa menunjukkan angka 368000 US dolar,” kata Nai Tigor Sinaga dalam sambutannya di Hanggar Bandara Mozes Kilangin, Senin (29/3).

Namun dengan adanya pandemi dan pembatasan pada tahun 2020 hanya tercatat sebesar Rp 89.000 saja. Tentu perlu didorong bersama, dan perbankan dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan(OJK) siap untuk membantu.

“Pengusaha-pengusaha lokal seiring dengan pemulihan ekonomi, kita mengetahui bahwa tahun 2020 kemarin perekonomian kita anjlok dan pada tahun 2021 ini seiring dengan adanya vaksinasi ini tentunya otomatis akan diharapkan perekonomian kita bisa menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk mempermudah proses administrasi ekspor tersebut, sudah dilakukan oleh pihak bea cukai sudah sangat membantu, dan juga sudah melakukan webinar dengan Kepala Bea Cukai Manado, untuk mempermudah ekspor terutama komoditas perikanan dari wilayah Kawasan Timur Indonesia.

Menurutnya, untuk meningkatkan kualitas export, tentu perlu ada dorongan dari pemerintah provinsi dan juga dinas-dinas agar kualitas pada saat penangkapan dan proses ikan tersebut bisa dilakukan secara baik dan menjamin keberlangsungan ekspor.

Penulis : Yosef

Editor : Linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *