Tujuh OPD Diminta Segera Kembalikan Dana Rp1,7 M

Spread the love

Marthen Malissa.Foto : Rina/TimeX

TIMIKA,TimeX

Marthen Malissa, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mimika menyebutkan ada tujuh OPD di lingkup Pemkab Mimika yang hingga saat ini belum melakukan pertanggungjawaban Uang Persediaan (UP) tahun 2020. Karena itu, tujuh OPD tersebut diminta untuk segera mengembalikan dana UP dalam bentuk cash bukan laporan.

Baca juga : 31 Lampu Solar Sel di Jalan Yos Sudarso Diperbaiki

Baca juga : Bupati Eltinus Target Venue PON XX Rampung Agustus

“Hampir semua OPD telah mencairkan UP. Kecuali tujuh OPD yang belum melakukan pertanggungjawaban UP tahun lalu dengan besaran totalnya sekitar Rp1,7 miliar lebih,”kata Marthen kepada Timika eXpress di Hotel Grand Mozza usai kegiatan sosialisasi ETPD, Jumat (19/3).

Dijelaskannya, UP atau Uang Persediaan adalah uang yang dikelola bendahara pengeluaran untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang mendesak di OPD di luar belanja modal.

“Jadi, batas pelaporan sebenarnya batas waktu penyampian UP ini diminta per tanggal 31 Desember tahun berjalan. Sementara sekarang yang kita minta berdasarkan hasil audit BPK itu harus mengembalikan uang tersebut dalam bentuk uang cash. Karena tidak bisa mempertanggungjawabkan setelah lewat tahun anggaran.  Jadi mereka harus kembalikan uang secara cash bukan dalam bentuk pertanggungjawaban lagi,”jelasnya.

Marthen mengatakan alasan ketujuh OPD sehingga tidak melakukan pertanggungjawaban sampai pada batas 31 Desember 2020 lalu diantaranya adalah karena adanya pergantian pejabat lama ke pejabat baru, uang yang diambil oleh kepala OPD yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Dengan tidak mempertanggungjawabkan UP tersebut maka akan ada sanksinya yaitu kita tidak proses UP tahun ini sebelum pengembalian UP tahun lalu,”ujarnya.

Diakuinya, memang ada dampak bagi keuangan daerah, karena ketika tidak dikembalikan uang itu memang sangat berpengaruh pada penetapan UP ini juga.

“Hampir semua OPD mengajukan UP kecuali 7 OPD itu dan setiap OPD bervariasi UP yang dikeluarkan,”pungkasnya.

Penulis : Rina

Editor : Romi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *