Tidak Ada Uang, 16 Guru SMAN 5 Sentral Pendidikan Diberhentikan

Spread the love

SEPI – Suasana SMAN 5 Sentra Pendidikan nampak sepi, Jumat (19/3). FOTO: Richardo/TimeX.

TIMIKA,TimeX

Yohanes Napan, Kepala SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan saat ini mengalami kewalahan dalam mengajar maupunn memeriksa soal 390 muridnya, lantas hanya dengan lima guru. Ini setelah 16 guru yang selama ini mengabdi dengan status kontrak diberhentikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, dengan alasan tidak ada biaya (uang-red) untuk membayar gaji guru di masa pandemi Covid-19.

Baca juga : 1,2 Juta Hektar TNL Dijaga 24 Polhut

Baca juga : 31 Nakes dari Tiga Puskesmas Divaksin

“Awalnya kami dapat menangani murid sebanyak itu, namun setelah 16 orang guru dari sekolah kami diberhentikan, rasanya sangat sulit bagi kami untuk mengajarkan murid dengan jumlah sebanyak itu,” kata Yohanes saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Jumat (19/3).

Ia menjelaskan SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan secara akademik dibawa tanggung jawab dinas provinsi tetapi secara operasional merupakan sekolah milik pemerintah daerah, sehingga guru yang mengajar di sini direkrut oleh Pemkab Mimika.

“Di situlah guru kami direkrut Dinas Pendidikan dalam hal ini Pemda lalu digaji. Setelah ada wabah virus Covid-19, hampir semua guru diberhentikan dengan alasan karena ada wabah Virus Covid-19, sehingga tidak ada biaya untuk membayar gaji guru,” jelas Yohanes.

Mengenai kondisi ini, Yohanes sudah membuat laporan kepada kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, namun tidak mungkin langsung direspons begitu saja, dan mendapatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS), itu tidak mungkin. Pasti direspons di tahun ajaran baru di bulan Juni atau Juli, maka untuk saat ini sangat kesulitan sekali.

“Untungnya kita sekarang sudah tidak ada program belajar tatap muka, coba kalau ada tatap muka? Bahaya, karena kita guru pasti akan sangat kewalahan. Untungnya kami sedikit dipermudah dengan mempunyai aplikasi yang berkaitan dengan soal-soal dan tugas untuk murid lalu tinggal diberikan kepada mereka lalu dikerjakan,” paparnya.

Kendala lain lanjutnya, tidak dapat mengoreksi beberap tugas dan soal dari mata pelajaran lain. Oleh karena itu, dirinya berkerja sama dengan guru SMPN 2 dan SMPN 4.

“Lalu pasti saya kasih honor terhadap beberapa guru tersebut untuk membantu memeriksa pekerjaan murid-murid dari SMAN 5, untuk sementara begitu karena lima guru di sini tidak mungkin bisa mengerjakan semua mata pelajaran,” pungkasnya.

Penulis : Richardo

Editor : Anton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *