Tidak Berafiliasi, SPMP Hadir Ciptakan Hubungan Industrial Sehat

Spread the love
Foto: Echie/TimeX
FOTO BERSAMA-Foto bersama Virgo Solossa Ketua SPMP-PTFI bersama pengurus lainnya usai melakukan jumpa press, Jumat (26/2).

TIMIKA,TimeX

Tidak berafiliasi dengan dengan serikat pekerja lainnya, Serikat Pekerja Mandiri Papua (SPMP) hadir menciptakan dan menyuarakan hubungan industrial yang sehat dilingkup PTFI.

Baca juga: Santap Makanan Mengandung Formalin, 51 Warga Keracunan Massal

Virgo Hendry Solossa, Ketua SPMP saat melakukan jumpa pers didampingi pengurus lainnnya di Resto Cenderawasih 66, Jumat (26/2) mengungkapkan membangun suatu hubungan industrial di dalam suatu perusahaan itu, memang membutuhkan para pihak atau unsur dalam mengimplementasikan bagaimana terciptanya hubungan industrial merangkum tiga unsur yakni pemerintah, pengusaha dan pekerja atau serikat pekerja pada suatu perusahaan itu.

Virgo menjelaskan ketika implementasi dari tiga unsur itu ada kondisi industrial itu dapat berjalan dengan baik.

“Tiga elemen itu dapat berpartisipasi menciptakan iklim industrial, salah satunya pembuatan Perjanjian kerja Bersama (PKB). Juga membuat lembaga bipartit dengan komunikasi antara pemerintah, penguasaha dan pekerja selalu terjalin dengan baik sehingga iklim industrial itu dapat berjalan dengan baik disuatu perusahaan,” kata Solossa.

Mengikuti perkembangan perusahaan yang terus bergerak maju dengan perkembangannya, organisasi serikat pekerja itu sendiri atau serikat buruh itu harus berbenah bagaimana mengikuti perkembangan dari proses industrial itu sendiri dan secara global yang terjadi.

Berangkat dari posisi itu maka pihaknya menyampaikan semangat dan komitmen dari serikat pekerja mandiri Papua PTFI dalam memaintenance industrial itu sendiri bagaimana kita bersinergis.

“Komitmen ini yang hendak kita sampaikan sehingga semua pemangku kepentingan yang berhubungan dengan Freeport dan semua unsur atau stekhokder yang ada di dalam memiliki kepentingan dengan perusahaan mengetahui bahwa kami datang dengan satu visi yang akan kami pertanggungjawaban itu dalam perjalanan satu organisasi ini.
Itu yang ingin kami sampaikan. Sehingga secara terbuka diketahui oleh stekholder, yang didalamnya termasuk pekerja itu sendiri. PTFI dan pekerja secara umum bagaimana melihat visi misi dan atau semangat apa yang membuat sehingga kami ada pada saat ini,” ujarnya pula.

Lanjutnya SPMP hadir sebagai organisasi yang tidak berafiliasi dengan siapapun dan ada di lingkungan perusahaan PTFI.

Ini dilakukan karena melihat skala nasional setiap aksi atau upaya yang dilakukan oleh struktur organisasi serikat pekerja lainnya, rohnya masih semangat organisasi nasional padahal semangat kedaerahan secara lokal menjadi hal yang penting dan menjadi prioritas karena kesejahtraan pekerja dan lainnya berbeda-beda.

Ini menurutnya, harus dilihat dengan kondisi yang ada di perusahaan, terstruktur dengan baik dan dipisahkan. Dan juga dapat tertuang dalam PKB apa yang didahulukan di dalamnya sehingga pemahaman pengurus secara terstruktur mengerti posisinya dalam memperjuangkan kesejahteraan.

Kemudian berbicara outsourcing pun skalanya beda karena ada pekerja kontraktor dan lain sebagainya. Dan dari waktu kewaktu ini bagaimana menciptakan keyakinan meski kontraktor ada kepastian dalam bekerja. Dan status lainya dalam upaya menyangkut kesejahtraannya.

“Ini perbedaannya sehingga kami harus tampil untuk mengembalikan posisi itu. Selanjutnya kami hadir juga bagaimana mengimplementasikan kepemilikan saham 51 persen dan 10 persen untuk pemda Mimika bermanfaat bagi stekholder,” katanya.

Manfaat itu dapat tercipta jika iklim kerja tercipta dengan baik, hububungan industrial yang baik. Maka manfaat itu akan dirasakan dengan baik.
Katanya, inilah yang menjadi semangatnya hadir untuk menciptakan sinergi dengan pemerintah, pengusaha untuk membangun serta mendorong terciptanya visi misi organisasi.

“Bergerak bersinergi bersama pemerintah dan pengusaha dalam membangun/mengembangkan sumber daya pekerja PTFI sesuai dengan prinsip keselamatan, integritas, komitmen dan rasa hormat dan keunggulan yang harus disinkronkan dengan visi misi perusahaan PTFI,” ungkapnya.

Ini juga menguat pasca perundingan PKB yang begitu panjang sejak 2019-2021. Yang mengakibatkan kerugian-kerugian kepada pekerja.

Dalam merekrut anggota, SPMP-PTFI menargetkan akan merekrut 1500 karyawan PTFI sebagai anggota lingkup PTFI dan kedepan privatisasinya.
“Kami memulai sesuatu yang baik sehingga semangat PKB sebagai roh terciptanya hubungan industrial agar hak dan kewajiban semua pihak dapat terakomodir dengan baik dan kepastian kepada pekerja. Tanpa berafiliasi dengan lainnya,” katanya.

Organisasi ini terbentuk melalui komunikasi 30 September 2020 dan didaftarkan ke Dinas Tenaga Kerja kemudian 8 oktober 2020 telah mengelurakan surat pencatatan keabsahan dengan nomor 500/1805/DTT/MMK/X2020 dan juga telah disampaikan kepada PTFI sekaligus telah beraudiens dengan managemen.
Dengan hadirinya SPMP, dapat memberikan suatu warna menguatkan dan menciptakan hubungan industrial tanpa bergantung pada pusat.

Adapun Visi SPM adalah terwujudnya kehidupan keluarga besar PTFI serta keluarganya yang adil, makmur sejahtera dan bermartabat dengan misi membangun dan mengembangkan sumber daya pekerja PTFI sesuai prinsip-prinsip keselamatan intergritas, komitmen dan rasa hormat dan keunggulan.

Kedua menciptakan iklim kerja yang terbebas dari perlakukan semena-mena terhadap pekerja PTFI, ketiga memperjuangkan melindungi dan membela hak-hak pekerja PTFI dan mewujudkan solidaritas sesama pekerja.

Virgo menjelaskan, nama mandiri Papua merujuk pada kearifan lokal dan kekhususan di Papua dengan dinamika yang sudah pasti berbeda dengan daerah lain sehingga penanganan hubungan industrian pada wilayah PTFI, sudah pasti berbeda dengan daereh lain.

Semenetara Logo12 gerigi melambangkan terus bergerak dan dan warna merah keberanian dan 12 geirigi lambing kekompakkan 12 orang yang bergerak merangkul hingga terbentuk organisasi ini.

Secara struktur pengurus SPMP Virgo Hendry Solossa, Ketua umum Eko Setyabudi Pigome Wakil Ketua Umum, Kristifanus Nuryanto Sekertaris umum, Obeth Ratulobo Wakil Sekretaris umum dan bendahara Ferdinand Abidnodifu dan Joni Koibur wakil bendahara.

Dengan 7 bidang organisasi yakni organisasi dan pengembangan SDM, koordinator Thomas Kuhuparauw, Bidang Advokasi Mesak Sineri, Bidang Kesejahtraan Frans Wonmaly, bidang Kerohanian Rusli Tokoro, bidang pemberdayaan perempuan Frans Sawias, Bidang olahraga dan seni mHarry Waromi dan bidang informasi dan hubungan masyarakat Yohanes Kogoya.

Penulis; Echie

Editor : Linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *