Pembagunan Pusat Daur Ulang Sampah Tekendala Lahan

Spread the love
Foto : Elisa/TimeX
Limi Mokodompit

TIMIKA,TimeX


Masyarakat Mimika penghasil aneka sampah cukup tinggi. Sesuai data Dinas Lingkungan Hidup (BLH) dalam sehari sampah rumah tangga yang diangkut petugas kebersihan mencapai 60 ton.

Baca juga : Santap Makanan Mengandung Formalin, 51 Warga Keracunan Massal

Baca juga: Meriahkan HUT ke 49, SAR Timika Mengisi dengan Aneka Perlombaan


Limi Mokodompit, Kepala BLH Mimika mengemukakan Mimika mendapat bantuan satu unit peralatan Pusat Daur Ulang dari Kementerian Lingkungan Hidup. Namun salah satu kendala yang dihadapi saat ini dalam pembagunan Pusat Daur Ulang (PDU) belum ada lahan. Lahan yang dibutuhkan sekitar dua hektar.


Ia membenarkan, pengelolaan sampah dan lingkungan hidup merupakan permasalahan bagi hampir seluruh daerah di Indonesia.


Menurutnya, dengan adanya PDU merupakan salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah yang dikirimkan ke tempat pengolahan sampah akhir (TPA).


“Kemarin kita sudah dapat satu pusat daur ulang tapi kendalanya dilahan. Pusat daur ulang itu mendaur sampah-sampah yang ada supaya pengurangan sampah itu 70 persen di daerah hulu, supaya ke hilirnya tinggal 30 persen. Artinya buang ke TPA tinggal sampah-sampah yang tidak bisa di-reduce atau diolah,” kata Limi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (26/2).


Mengenai kendala lahan ini lanjutnya, sudah disampaikan dalam rapat dengan Bupati Mimika.

“Pentingnya daur ulang karena sampah bernilai ekonomis mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat dan dengan adanya pembangunan pusat daur ulang itu, maka pembuangan sampah di TPA dapat terjadi pengurangan,” katanya.

Penulis: Elis

Editor : Anton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *