Puluhan Massa ‘Serbu’ Kantor Lantas

Spread the love
Foto: Abi Suza Hutagalung/TimeX
HADANG-Puluhan warga Suku Kamoro menghadang jalan raya depan Kantor Lantas Polres Mimika, Selasa (29/12).

TIMIKA, TimeX

Puluhan massa asal Suku Kamoro pada Selasa (29/12) pagi kemarin menyerbu Kantor Satlantas Polres Mimika di Jalan Budi Utomo.

Baca juga : Tuntut Saham, Warga FPHS Palang Jalan di Mile 21

Wargha yang adalah keluarga dari dua pelajar yang ditemukan meregang nyawa di Jalan Poros SP2–SP5, tepatrnya depan Conter Rahmat Cell pada Rabu (23/12) lalu sekira pukul 06:00 WIT, sempat menggelar aksi hingga memacetkan arus lalu lintas di kawasan setempat.

Untungnya aksi massa yang menuntut kejelasan terkait kematian dua pelajar tidak sampai menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Padahal massa sempat membawa senjata tajam (Sajam) sebelum akhirnya diamankan petugas sebanyak enam buah sajam, diantaranya tiga buah kampak, celurit (sabit) dan lainnya.

Aksi massa lantaran tidak percaya jika kedua korban itu meninggal karena kecelakaan.

Puluhan massa bahkan berteriak dan menyerukan agar pelaku yang ditengarai anggota Polres Mimika berinisial LF (38) berpangkat Bripda yang menyebabkan kematian kedua pelajar agar dipertemukan dengan pihak korban.


Kepada Timika eXpress di depan Kantor Lantas, Selasa kemarin, Maksimus Nameyau, mewakili keluarga korban menegaskan kedatangan pihaknya adalah mau meminta penjelasan dari pihak kepolisian atas meninggalnya Kristopel Napurkame (mahasiswa semester 3 STIKIP Hermon) dan Yohanes Atipia ( siswa Kelas 12 SMA Sentra Pendidikan).

“Karena pada tubuh kedua korban tidak ada tanda-tanda kecelakaan, sehingga kami minta polisi pertemukan dengan oknum aparat yang diduga sebagai penyebab kematian kedua anak kami. Karena polisi bilang kedua korban tersangkut kasus kecelakaan, makanya kami keluarga minta penjelasan agar kasusnya harus tuntas,” tandas Maksimus menambahkan kalau kasus ini tidak diselsaikan, maka pihaknya akan menurunkan massa dalam jumlah yang lebih banyak.

Sementara, Iptu Devrizal, Pj.Kasatlantas Polres Mimika kepada puluhan massa menjelaskan kedua korban tersangkut kasus laka tunggal saat bonceng tiga menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox warna kuning hitam dengan nomor polisi DS 2856 HC yang dikemudikan Bripda LF.

Sebelum laka tunggal dekat Bundaran Jalan SP-II, korban dan pelaku melaju dari arah irigasi menuju bundaran SP-II.

Setibanya di depan Rahmad Cell lantaran dipengaruhi minuman keras, tiba-tiba Bripda LF yang mengendarai sepeda motor menabrak median jalan.

“Dugaan keluarga korban kalau Bripda LF yang bunuh itu tidak benar. Jadi mereka bonceng tiga, hanya saja setelah kejadian, Bripda LF meninggalkan kedua korban karena berpikir menghindarkan keselamatan jiwanya, sehingga ia (Bripda LF) lagsung melapor ke Polres Mimika. Kedua korban ini mungkin saja terbentur benda keras sehingga tidak tertolong meski smepat dilarikan ke RSUD,” kata Devrizal, Selasa (29/12).


Ia tidak menampik, setelah menerima laporan itu, anggota Unit P3D Polres Mimika langsung mengamankan Bripda LF karena terlibat pelanggaran disiplin Polri.

Atas penjelasan ini, pihak korban dan pelaku telah dimediasi di Polsek Mimika mengenai titik terang persoalannya.

“Dari mediasi itu, pihak korban menuntut pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku, dan harus membayar denda per kepala dari kedua korban senilai Rp2 Miliar,” terang Devrizal.


Tuntutan lainnya, mengantar keluarga korban ke kampung kedua korban, menyediakan bahan bakar termasuk sembako selama masa berkabung.

Penulis: Abi/Indri

Editor : Maurits

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *