Kontingen Terbang Layang Papua Saingan Berat DKI Jakarta dan Jatim

Spread the love
FOTO: IST/TimeX
KONFERENSI PERS – Cessar Avianto Tunya ( kiri) didampingi Andes PRF Sebayang TD Terbang Layang ( tengah) Letkol Pnb Surono, Danlanud Yohanis Kapiyauw (kanan) saat mengelar press release, Selasa (29/12).

TIMIMA,TimeX
Kontingen Terbang Layang asal Papua, sangat diakui dan menjadi kontingan high class, tidak heran menjadi saingan berat Jawa Timir dan DKI Jakarta demikian yang disampaikan Andes P.R.F Sebayang Technical Delegate Terbang Layang.

Baca juga: Tuntut Saham, Warga FPHS Palang Jalan di Mile 21
Kata Andes akan ada 12 nomor yang akan dipertandingkan pada PON XX 2021 nanti, dan akan ada 12 emas yang akan diperebutkan 12 kelas yang dimaksud Andes ialah, Precision landing kelas schweizer SGS 1-26,Precision landing kelas schweizer SGS 2-22, Duration Fligt kelas schweizer SGH 1-26, Duration Fligt kelas schweizer SGU 2-22, Beregu Prec Landing Kelas Schweizer SGU2-22, Beregu Dur Fligt Kelas Schweizer SGU2-22, Precision (Putra) landing kelas schweizer SGS 1-26, Precision landing kelas schweizer SGU 2-22, Duration Fligt kelas schweizer SGS 1-26 Duration Fligt kelas schweizer SGU 2-23 (Putri).

Sedangkan Kelas Putra dan Putri ialah, MiX Double Duration Fligt kelas schweizer SGU 2-22 dan MiX Double Prec Log schweizer SGU 2-22

“Kami dapat mengerti dengan adanya pendemi covid-19, sehingga terjadi pengunduran pembangunan sesuai keputusan Presiden RI, dan atas ininsiatif Kabupaten Mimika, para TD diundang ke Mimika untuk memonitor perkembangan pembangunan Venue, namun tetap mematuhi protokol kesehatan, kami sangat apresiasi itu,” ujar Andes saat mengelar Preas release di lantai dua kantor Sub PB PON XX Mimika, Selasa (29/12).

Menurut Andes, sebelumnya ada tiga spot yang direkomendasi oleh TD, dan harus segera dirampungkan, yaitu Hanggar , Apron juga Runway, dan Posko.

Mengenai progrest pekerjaan, kata Andes, untuk pekerjaan hanggar, saat ini sudah 80 persen, sedangkan Apron dan Runway baru mencapai 10 persen, untuk Posko progrestnya baru nol persen.

Meski begitu, ia sangat optimis , pada saat time schedule, semua pekerjaan sudah rampung 100 persen.

Menurutnya pada 23 November hingg 6 Oktober, terbang layang akan dipertandingkan, pasalnya 15 Agustus nanti semua pesawat sudah tiba.

“Semua pesawat akan diangkut mengunakan kapal selama satu bulan, setelah tiba bisa kita simpan didalam hanggar, dan 16 Agustus pesawat sudah bisa dirakit, pada 22-28 Agustus kita sudah bisa laksanakan tes iven, dan semua kontingen dari daerah-daerah akan datang,” jelasnya.

Pembukaan PON XX 2021 pada 3 Oktober berlangsung di Jayapura.

“Karena menurut Sekretaris Umum Sub PB POM Mimika, pekerjaan untuk tiga item ini bisa dirampungkan dalam tiga bulan kedepan, dan kamipun sangat optimis, jadi 15 Agustus bisa tes PON,” ungkapnya.

Dijelaskan Andes terkait mekanisme terbang layang, bahwa pertandingan terbang layang ini ada tiga jenis , seperti terbang diudara 1-2 jam lamanya, dan pada saat akan terbang, akan digunakan tiga pesawat bermesin untuk menarik pesawat terbang layang tanpa mesin dan akan lepas di ketinggian.

“Yang paling sulit itu mengatur lalulintas di udara sehingga kita sangat butuh Angkatan Udara (AU), jadi akan buat batas , pesawat yang terbang diluar batas akan dikualifikasi, dan untuk terbang layang, kontingen terkuat itu Papua, saingan berar DKI Jakarta dan Jawa Timur,” katanya.

Namun untuk atlet Papua hampir semuanya dari Jayapura, belum ada yang dari Mimika, selama ini para atlet Papua telah mengikut latihan di Tasik Malaya.

“Atlet Terbang Layang Papua ini memang cukup kuat, mereka semua dibawa 40 tahun, dan saya melihat semanggat mereka sangat luar biasa, saya yakin mereka bisa memperoleh banyak emas, ini merupakan kesempatan mendulang emas, karena akan ada 12 emas yang akan diperebutkan,” tuturnya.

Sedangkan Letkol Pnb Surono Danlanud Yohanis Kapiyauw, mengatakan, jika TNI AU siap mendukung jalanya PON, dan akan dikerahkan 100 personil untuk ikut berpartisipasi nanti, tidak hanya itu, TNI AU akan menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai tempat landingnya pesawat, dan apabila personil dirasa masih kurang, TNI AU Yohanis Kapiyauw akan meminta bantuan personil dari Biak dan Merauke

“Kamipun juga akan siapkan tempat parkir dan Posko untuk tiga Cabang Olahraga yang rencananya akan dilangsungkan di lapangan AU,” imbuhnya.

Hal itu merupakan bentuk suport TNI AU terhadap pelaksanaan PON XX 2021.

“Memang penerbangan di bandara mozes kilangin cukup padat, akan tetapi kami sudah komunikasikan itu dengan Air Nav Indonesia, bahwa pelaksanaanya nanti akan diberikan blok air space, dan itu akan disampaikan kesemua maskapai penerbangan, sehingga sangat dipastikan pelaksanaan PON tidak akan mengangu penerbangan lain,” katanya.

Cessar Avianto Tunya, Sekretaris Sub PB PON Mimika juga menambahkan bahwa Terbang Layang ini merupakan sesuatu yang baru sehingga, Kabupaten Mimika merasa sangat terhormat mendapat kesempatan sebagai pelaksanaan/ tuan rumah bagi Cabang Olaraga Terbang Layang.

“Secara hiralki TNI AU juga bertangung jawab dan mendukung penuh iven ini, ini merupakan kebanggan bagi kit klaster Mimika dan kita berharap semua berjalan dengan baik,” pungkaanya.

Penulis : Indri

Editor : Linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *