107 Guru SD Mimika Tunggu Donatur untuk Wisuda

Sebanyak 107 Guru SD di Kabupaten Mimika yang mengikuti perkuliahan di Universitas Cendrawasi (Uncen) Kelas Mimika, sudah menyelesaikan pendidikan namun hingga kini masih menunggu donatur untuk pelaksanaan wisuda agar menyesuaikan peraturan dari pusat tentang standar guru yang harus memiliki gelar Sarjana strata satu (S1).
Spread the love
Foto: AndriSyahrir/TimeX
JUMPA PERS-Obed Gobay dan para guru melakukan jumpapers di samping gedung SD Inpres Mapurjaya Minggu (29/11).

TIMIKA,TimeX

Sebanyak 107 Guru SD di Kabupaten Mimika yang mengikuti perkuliahan di Universitas Cenderawasih (Uncen) Kelas Mimika, sudah menyelesaikan pendidikan namun hingga kini masih menunggu donatur untuk pelaksanaan wisuda agar menyesuaikan peraturan dari pusat tentang standar guru yang harus memiliki gelar Sarjana strata satu (S1).

Obed Gobay, Koordinator Perkumpulan Tim Inisiasi Pencari Donatur Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB) Uncen Kelas Mimika mengatakan, keinginan besar agar setidaknya 73 mahasiswa kelas Mimika bisa mendapat donatur sehingga wisudah pada Desember nanti dapat segera berjalan.

“Ada kesan bahwa adanya satu sikap abai dari Pemerintah Daerah, jika dibandingkan dengan kabupaten lain mahasiswa atau guru yang mengikuti perkuliahan untuk mengejar gelar sarjana 100 persen dibayarkan sampai selesai (wisuda),” kata Obed kepada Wartawan saat jumpa pers di wilayah Kampung Nawaripi, Minggu (29/11).

Ia menjelaskan, selama masa perkuliahan Pemda membantu dengan pembayaran selama satu semester, hanya saja ada perjanjian awalanya sudah ada donatur dari Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) namun akan mengundurkan diri dikarenakan rekening untuk penyaluran belum jelas antara apakah ke Pemda atau kampus.

“Dan hal mengenai rekening itu sudah kami selesaikan tinggal YPMAK yang akan membayarnya langsung ke pihak universitas, semoga saja ada jawaban posistif dari pihak YPMAK,”  ungkapnya.

Lanjutnya, hanya saja pembicaraan di Sentra Pendidikan bersama Kepala Dinas Pendidikan terkait pembayaran secara total tersebut belum terealisasi.

“Awalnya diselesaikan oleh Pemda pada waktu itu Dekan Uncen menghadiri kegiatan dan menyaksikan bahwasanya Pemda yang akan membiayai kami hingga selesai, namun ketika pergantian pengurus terkait pengelolaan kelas itu ada kebijakan lain sehingga kami terkena dampaknya sehingga kami yang sudah selesai belum bisa wisuda, dan sangat berharap besar terkait donatur untuk wisudahan kami,” jelasnya.

Yudisiumpun ujarnya, baru pada hari Selasa kemarin dan itupun sangat terburu-buru karena terkendala dana dan logistik sehingga banyak mahasiswa yang menjual rumah dan tanah mereka dijual untuk kegiatan tersebut.

“Kami masuk pada 2018 serentak 153 orang kalau 46 mereka yang sudah yudisum dan juga wisudah gunakan dana pribadi, selama ini kalau untuk perkuliahan tidak menjadi masalah yang terkendala yaitu mengenai wisudah,” ujarnya.

Diketahui Obed, Program penyertaan dari pemerintah pusat supaya guru-guru yang ada ini bisa diakomodir lewat Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk kelas Mimika yaitu Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Uncen.

“Kami saat ini menginginkan kontribusi dari pemerintah daerah agar persoalan ini dapat di bahas secara terbuka,” tutupnya.

Penulis : Andris

Editor : Linda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *